Angkat Gotri di Mata, Polisi Korban Ciracas Akan Dioperasi

CNN Indonesia | Kamis, 24/09/2020 05:35 WIB
Bripka Tukim akan menjalani operasi pada 25 Desember mendatang usai beberapa hari dalam kondisi tidak sadarkan diri. Suasana di Polsek Ciracas, Sabtu, 29 Agustus 2020. Polsek Ciracas dikabarkan diserang oleh sejumlah orang tak dikenal pada Sabtu (28/8) dini hari. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Jakarta, CNN Indonesia --

Anggota Polri, Bripka Tukim yang menjadi korban dalam insiden perusakan Mapolsek Ciracas, Jakarta Timur akan segera menjalani operasi pengangkatan benda asing pada Jumat (25/9).

Kepala Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Letjen TNI Bambang Tri Hasto mengatakan bahwa benda asing berupa gotri itu berada di pipi kanan, bawah mata anggota Polri tersebut.

"Direncanakan operasi pengambilan benda asing ini dilaksanakan 25 September," kata Bambang dalam konferensi pers di Mapuspomad, Jakarta, Rabu (23/9).


Dia mengatakan bahwa pengangkatan gotri itu memerlukan alat khusus bronkoskopi.

Bambang mengungkapkan bahwa saat pertama kali dirujuk, kondisi retina Bripka Tukim dalam keadaan terlepas, dan benda asing itu sudah menempel di bawah mata bagian kanannya.

Kondisi menunjukkan bahwa Bripa Tukim mengalami perbaikan anatomi visus sekitar 1 per 60. Artinya, dia hanya bisa menangkap gerakan benda dalam jarak 60 meter.

Dalam penuturannya, terungkap bahwa Tukim sempat berada dalam posisi tengkurap selama tiga pekan usai menjalani operasi mata pertamanya. Namun, kondisi pasien saat ini sudah sadar.

"Pagi ini pasien sudah sadar penuh," kata Bambang.

Sementara, untuk pasien lain dari unsur Polri, Bripda Dimas saat ini sudah dipindahkan ke ruang perawatan biasa dengan kondisi sadar seutuhnya.

Setelah sempat menjalani perawatan di ruang ICU selama 23 hari, kini kondisi paru-paru Bripda Dimas sudah berjalan optimal.

"Recovery sedang dilaksanakan untuk Bapak Dimas ini," ujar Bambang.

Pangdam Jaya Mayor Jenderal Dudung Abdurachman mengatakan sejumlah korban diduga mengalami penganiayaan oleh anggota TNI AD saat terjadi insiden perusakan Polsek Ciracas, Jakarta Tiur pada Sabtu (29/8) dini hari lalu.

Dudung mengatakan dari pengaduan yang masuk, korban yang mengalami penganiayaan mencapai 23 orang. Mereka dibacok, dipukul, ditusuk, hingga dilindas sepeda motor saat sudah terkapar.

"Kemudian ada penusukan, dan ada juga masyarakat yang sudah dipukul, kemudian sudah terkapar masih dilindas juga pakai motor," kata Dudung dalam konferensi pers di Markas Puspom TNI AD, Jakarta, Rabu (9/9).

Dudung menyebut korban yang mengadu tersebut berasal dari pihak kepolisian dan masyarakat sipil. Sekitar 109 orang mengalami kerugian materiil, dan 13 orang di antaranya mengalami penganiayaan dan kerugian.

(ain/ain)

[Gambas:Video CNN]


BACA JUGA