Nadiem Klaim Belajar Lewat TVRI Sukses, Program Dikembangkan

CNN Indonesia | Kamis, 24/09/2020 04:06 WIB
Mendikbud Nadiem Makarim akan terus mengembangkan sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ) melalui TVRI karena dianggap sukses. Pembelajaran jarak jauh via TVRI diklaim sukses. (Foto: ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya)
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mengatakan akan terus mengembangkan sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ) melalui stasiun televisi nasional, TVRI.

Menurutnya, penerapan sistem yang masuk dalam program Prioritas Merdeka Belajar di bidang Layanan Terpadu Kemendikbud, Kehumasan, dan Media ini berjalan sukses sejak diterapkan pada April.

"Layanan Terpadu Kemendikbud, Kehumasan, dan Media ini adalah belajar dari rumah melalui TVRI ini di sini, dan akan terus kita kembangkan karena sukses, relatif sukses programnya," kata Nadiem dalam Rapat Kerja dengan Komisi X DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Rabu (23/9).


Ia menerangkan bahwa sistem PJJ melalui TVRI ini akan tetap dilanjutkan meskipun pandemi Covid-19 telah berakhir.

Ia meyakini televisi merupakan suatu sarana penting dalam pengembangan numerasi, literasi, kebudayaan, pendidikan karakter, dan bahasa Inggris, sekaligus cara tercepat agar anak-anak Indonesia bisa berkompetisi.

"Itu menjadi mungkin kanal utama kita kalau kita ingin serius biar anak-anak kita bisa berkompetisi di panggung dunia ke depan, mungkin cara tercepat melakukan ini adalah melalui televisi," ungkap Nadiem.

Sebelumnya, pengamat pendidikan dari Center of Education Regulations and Development Analysis (CERDAS) Indra Charismiadji menilai sistem PJJ lewat TVRI tak efektif bagi anak-anak.

"Pembelajaran dari TVRI tidak efektif, karena tidak sesuai dengan segmennya. Generasi anak sekolah saat ini bukan generasi TV. Jadi, kesimpulannya [materi konten] TVRI tidak cocok untuk anak-anak," kata dia, 4 Mei 2020.

Menurut Indra, program belajar yang disiarkan lewat TVRI itu lebih cocok sebagai materi pemandu yang diperuntukkan kepada orang tua dan guru yang mendampingi proses belajar anak selama di rumah.

(mts/arh)

[Gambas:Video CNN]