Satgas Klaim Jumlah Tes Covid-19 Indonesia Dekati Standar WHO

CNN Indonesia | Kamis, 24/09/2020 00:11 WIB
Juru Bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito menyebut jumlah orang yang diperiksa per hari telah mencapai 31 ribu atau mendekati standar WHO sebesar 38.500. Satgas Covid-19 menyebut tes Covid-19 Indonesia hampir mendekati saran WHO. Ilustrasi (ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT)
Jakarta, CNN Indonesia --

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan (Satgas) Covid-19 Wiku Adisasmito mengakui jumlah tes PCR yang dilakukan pihaknya dalam mendeteksi Covid-19 belum konsisten. Namun, ia mengklaim jumlah testing Indonesia sudah mendekati standar WHO.

Wiku menyebut jumlah spesimen yang diperiksa per hari sudah pernah mencapai 43.896 spesimen. Sedangkan, jumlah orang yang diperiksa per hari mencapai 31 ribu.

"Saya perlu sampaikan per jumlah penduduk itu kalau kita rata-rata perluya sekitar 38.500 orang diperiksa per hari sekarang sudah 31 ribu, tinggal 8.000 orang lain per hari. Meskipun ini tidak konsisten kadang-kadang naik turun," kata Wikut dalam diskusi bertajuk Arah Kebijakan Pemerintah: Keseimbangan Antara Kesehatan dan Ekonomi, Rabu (23/9).


Wiku juga menyadari sebaran testing Covid-19 belum merata di seluruh wilayah Indonesia. Menurutnya, sebesar 50 persen dari total tes PCR Covid-19 masih berada di DKI Jakarta.

"Artinya, kita tidak boleh berpuas kita sudah dekat dengan standar WHO, tapi sebenarnya belum rata di seluruh Indonesia," ujarnya.

Menurut Wiku, kendala dalam pemerataan testing Covid-19 berkaitan dengan kemampuan laboratorium di suatu wilayah. Ia mengaku tak ada satupun wilayah yang siap untuk menghadapi bencana kesehatan ini.

Namun, kata Wiku, secara umum jumlah laboratorium di Indonesia sudah berkembang dari mulanya hanya satu di Litbangkes, sekarang sudah terdapat 343 laboratorium untuk melakukan pemeriksaan Covid-19.

Wiku menyebut saat ini pihaknya akan meningkatkan tes PCR di daerah yang menjadi prioritas penanganan pandemi Covid-19, seperti Jakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Sumatera Utara, hingga Papua.

"Kalau kami bisa kejar itu maka kami bermain angka besar, penyumbang kasus besar testnya harus paling tidak sama dengan WHO, kalau daerah yang kasusnya lebih sedikit masih tidak apa-apa," katanya.

Sebelumnya, ekonom senior Faisal Basri menyoroti rendahnya jumlah testing Covid-19 di Indonesia. Dalam catatannya, jumlah testing di Indonesia lebih rendah, bahkan dibandingkan negara berpendapatan menengah ke bawah (lower middle income country).

Berdasarkan data dari worldometer dan Bank Dunia, jumlah testing di Indonesia baru mencapai 10.761 per 1 juta penduduk.

Jumlah tersebut, lebih rendah dari testing yang dilakukan sejumlah negara yang justru masuk kategori negara berpenghasilan menengah ke bawah.

Indonesia tertinggal dari Filipina dengan capaian testing sebanyak 30.937 per 1 juta penduduk, Bolivia sebanyak 24.552, Ghana 15.031, dan Bangladesh 11.114.

Jumlah testing virus corona di Indonesia juga kalah dibandingkan Pakistan sebanyak 14.400 per 1 juta penduduk dan Nepal sebanyak 31.583.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan per Rabu (23/9), total pemerintah telah melakukan tes kepada 1.799.563 orang. Dari jumlah itu, 257.388 orang dinyatakan positif Covid-19.

(ulf/fra)

[Gambas:Video CNN]