Raja Keraton Surakarta Ancam Somasi 13 Media

CNN Indonesia | Kamis, 24/09/2020 04:21 WIB
Raja Keraton Surakarta Pakubuwana XIII Hangabehi mengancam akan menyomasi 13 media terkait pemberitaan yang dianggap tidak berimbang. Raja Keraton Surakarta Pakubuwana XIII Hangabehi. (Foto: CNN Indonesia/ Rosyid)
Jakarta, CNN Indonesia --

Raja Keraton Surakarta Pakubuwana (PB) XIII Hangabehi mengancam akan melayangkan somasi pada 13 media yang dianggap mengabaikan prinsip cover both side atau berimbang terkait pemberitaan mengenai keraton.

Melalui kuasa hukumnya, KPA Ferry Firman Nurwahyu menyatakan telah meneliti pemberitaan media mengenai Keraton Surakarta sejak 1 Agustus-21 September lalu. Ferry menilai 13 media tersebut hanya memuat pernyataan KP Eddy Wirabhumi tanpa meminta konfirmasi kepada pihak Pakubuwana XIII terkait acara pasar rakyat Juli lalu.

"Jadi rekan-rekan media di sini memberitakan apa yang dikeluarkan KP Wirabhumi secara bulat-bulat tanpa konfirmasi kepada pihak Pakubuwana XIII. Saya juga tidak tahu maksud dan tujuannya apa," kata Ferry saat jumpa pers yang digelar di Sasana Handrawina, Kompleks Keraton Surakarta, Rabu (23/9).


Pakubuwana XIII, menurut Ferry, keberatan dengan pemberitaan media terkait acara pasar rakyat di alun-alun selatan awal Juli lalu. Pihak penyelenggara sempat mencantumkan logo Keraton Surakarta, Pemerintah Kota Solo, dan Polresta Surakarta.

Namun belakangan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) menutup acara tersebut untuk mencegah kerumunan yang mempercepat penyebaran Covid-19.

Beberapa media mengutip pernyataan KP Eddy Wirabhumi yang menyebut acara tersebut mendapat restu dari oknum yang mencatut nama Pakubuwana XIII. Dari keterangan Eddy, oknum-oknum tersebut mencari keuntungan untuk kepentingan pribadi dan kelompoknya.

"Sudah ada satu surat yang kami siapkan dan sudah ditandatangani oleh Sinuhun Pakubuwono XIII untuk salah satu media," katanya.

Sebagai informasi, konflik Keraton Surakarta sudah berlangsung sejak Pakubuwono XII wafat pada 2004. Raja Keraton Surakarta itu tidak menunjuk salah satu anaknya sebagai pengganti. Hangabehi dan Tedjowulan sama-sama mengklaim sebagai penerus ayah mereka.

Hangabehi didukung oleh kerabat yang tergabung dalam Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Surakarta berhasil menguasai Keraton. LDA digawangi oleh adik kandung Hangabehi, GKR Wandansari atau akrab disapa Gusti Moeng. Sementara Tedjowulan menempati Sasana Purnomo di Badran, Kelurahan Purwosari, Kecamatan Banjarsari.

Pada 2012 Hangabehi rekonsiliasi dengan Tedjowulan setelah dimediasi oleh Joko Widodo yang kala itu masih menjabat sebagai Wali Kota Solo. LDA tidak puas dengan hasil rekonsiliasi.

Hangabehi dan LDA akhirnya pecah kongsi. Konflik Keraton Surakarta kini terus berlanjut di ranah hukum.

(syd/pris)

[Gambas:Video CNN]