FSGI: Kuota Belajar Kemendikbud Berpotensi Rugi Rp1,7 Triliun

CNN Indonesia | Minggu, 27/09/2020 21:00 WIB
FSGI mendorong Kemendikbud bisa mencegah potensi kerugian dalam program kuota belajar gratis untuk para siswa, mahasiswa, guru, dan dosen selama pandemi. FSGI menghitung program kuota belajar gratis Kemendikbud berpotensi rugi Rp1,7 triliun. Ilustrasi (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Jakarta, CNN Indonesia --

Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) mengatakan program pemberian kuota belajar siswa Kementerian Pendidikan Kebudayaan (Kemendikbud) berpotensi merugikan keuangan negara mencapai sekitar Rp1,7 triliun.

Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) FSGI, Fahriza Marta Tanjung menjelaskan angka kerugian itu dihitung berdasarkan estimasi sisa kuota yang tak terpakai oleh siswa setiap bulan untuk pelaksanaan belajar jarak jauh (PJJ) selama pandemi Covid-19.

"Karena kuota sisa akan hangus bersamaan masa aktif kuota, kami memprediksi ada sekitar 15 dari 30 giga byte (GB) tidak akan terpakai," kata Riza dalam diskusi daring membahas kuota belajar, Minggu (27/9).


Jika 1 GB diestimasikan Rp1.000, kata Riza, total kerugian kuoat belajar siswa karena tak terpakai sebesar Rp15 ribu per siswa.

Riza memprediksi kerugian minimal dalam program tersebut bisa mencapai Rp399 miliar per bulan dari 26 juta penerima. Sedangkan kerugian maksimal bisa mencapai angka Rp492 miliar dari 31 juta penerima bantuan.

Infografis Mapel Wajib dan Pilihan di Kurikulum BaruFoto: CNNIndonesia/Asfahan Yahsyi
Infografis Mapel Wajib dan Pilihan di Kurikulum Baru

Riza menyebut jumlah 26 juta dan 32 juta penerima itu diambil berdasarkan verifikasi dan validasi data di pangkalan data Kemendikbud.

"Angka 26 juta berasal dari nomor ponsel aktif yang valid dan berhasil melakukan pengunduhan SPTJM (Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak). Sementara angka berikutnya tadi, angka 32 juta ini, berasal dari ponsel aktif valid tapi belum SPTJM," katanya.

"Kalau misalnya ini kita rata-ratakan, kerugian perbulannya bisa mencapai 445 milyar," ujar Riza menambahkan.

Riza mengatakan jika program tersebut terus berjalan selama empat bulan, total potensi kerugian bisa mencapai sekitar Rp1,7 triliun. Jumlah itu, kata Riza, 25 persen dari total anggaran untuk program kuota belajar sebesar Rp7,2 triliun.

Riza menyebut potensi kerugian tersebut seharusnya bisa dicegah dan bisa digunakan untuk membantu pelaksanaan PJJ lain yang lebih efektif, misalnya dapat membeli smartphone untuk 1,7 juta siswa dengan estimasi harga per ponsel sebesar Rp1 juta.

"Atau misalnya dana tadi untuk insentif guru berkunjung ke rumah siswa dengan hitungan Rp100 ribu per kunjungan, sehingga per bulan itu guru memperleh Rp400 ribu per bulan. Dan dikali 4 bulan bisa Rp1,6 juta. Ini bisa memperoleh sebanyak 1,1 juta guru," ujarnya.

Sejauh ini belum ada pernyataan dari Kemendikbus terkait perkiraan FSGI ini. 

(thr/fra)

[Gambas:Video CNN]