Ganjar Akui Ada Wacana Orang Pakai Masker Diberi Uang

CNN Indonesia | Senin, 28/09/2020 06:26 WIB
Gubernur Jateng mengaku ada yang mengusulkan gagasan untuk memberi penghargaan bagi warga yang menaati protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)
Jakarta, CNN Indonesia --

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyatakan ada wacana memberikan penghargaan pada mereka yang menaati protokol kesehatan. Menurutnya selama ini memberikan penghargaan pada mereka yang melanggar protokol kesehatan terbukti dinilai kurang efektif.

Ganjar mengaku mendapat masukan dari para ahli hukum di masa pandemi saat ini.

"Kemarin ada yang menyampaikan, daripada dihukum karena enggak pakai masker, dibalik, yang pakai masker dikasih duit, gimana? Pasti orang pakai masker," kata Ganjar saat memberi sambutan dalam kegiatan webinar Kagama yang digelar secara daring, Minggu (27/9).


Menurutnya ini adalah penanganan yang bersifat positif dari semula yang bersifat negatif pada warga masyarakat untuk menaati protokol kesehatan.

Ganjar mengatakan, sejumlah psikolog juga menyampaikan kepadanya agar warga yang melanggar tak melulu dihukum. Namun mulai dibicarakan soal contoh yang baik atau narasi yang baik.

Selama ini mekanisme sanksi masih dijatuhkan pada pelanggaran protokol kesehatan dari mulai denda, sanksi sosial atau sanksi kerja sosial. Namun pelanggaran masih terus terjadi.

Ganjar mencontohkan pelanggaran yang justru dilakukan tokoh publik sendiri yakni Wakil Ketua DPRD Tegal Wasmad Edi Susilo yang menggelar konser dangdut.

Menurutnya peristiwa itu sebagai hal yang kebangetan

Dia mengatakan bahwa pejabat itu menunjukkan 'kengeyelan' yang didalamnya akan mengganggu politik kesehatan masyarakat sehingga berdampak pada perekonomian nantinya.

Oleh sebab itu, kata dia, bukan hanya pemerintah yang perlu mencari solusi untuk menindak oknum-oknum yang nekat melanggar protokol kesehatan selama pandemi.

"Ilmuwan-ilmuwan sosial perlu menyampaikan, ayo kita buat semacam social reengineering bagaimana tingkat kepatuhan dilakukan," ucap Ganjar.

Sebelumnya, buntut dari kegiatan dangdutan tersebut, Polri telah mencopot Kapolsek Tegal Selatan Kompol Joeharno.  Selain itu, Divisi Propam Polri akan menindaklanjuti perkara tersebut.

"Kapolsek sudah diserahterimakan dan Kapolseknya sudah diperiksa oleh Propam," kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono dalam keterangannya, Sabtu (26/9).

Polisi juga mendalami dugaan terjadinya pelanggaran pidana dalam peristiwa itu. Kata Argo, pihaknya tengah mendalami dugaan pelanggaran Pasal 93 Undang-undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan dan pasal 216 KUHP.

Kepolisian, kata Argo, juga sudah menyita beberapa barang bukti. Polisi juga sudah memeriksa 10 orang saksi atas insiden tersebut.

"Polisi telah melakukan pemeriksaan terhadap 10 orang saksi dan terlapor Wasmad Edi Susilo," ujar Argo.

(mjo/sur)

[Gambas:Video CNN]