Bobby soal Politik Identitas: Kita Tonjolkan Kalau Sudah Jadi

CNN Indonesia | Rabu, 30/09/2020 01:15 WIB
Bobby mengatakan saat kampanye Pilkada, kandidat harus bicara tentang program yang diunggulkan bukan hal-hal yang berpotensi memecah belah persatuan. Mantu Presiden Jokowi, Bobby Nasution. (CNN Indonesia/ Farida)
Jakarta, CNN Indonesia --

Calon Wali Kota Medan, Bobby Nasution ingin setiap warga ikut menjaga kondisi kerukunan umat beragama di Kota Medan. Mantu Presiden Jokowi itu sempat menyinggung politik identitas yang kerap muncul saat kampanye.

"Politik identitas jangan dipakai saat kampanye. Kalau sudah jadi, baru kita tonjolkan identitas," kata Bobby saat bertemu para pendukungnya di Jalan Monginsidi, Lingkungan 6, Kelurahan Anggrung Kecamatan Medan Polonia, Selasa (29/9).

Suami dari Kahiyang Ayu itu mengatakan saat kampanye Pilkada, kandidat harus bicara tentang program yang diunggulkan bukan hal-hal yang berpotensi memecah belah persatuan.


"Kita buktikan orang Medan ini majemuk namun tetap rukun. Yang Islam, Islam yang baik. Yang Kristen, Kristen yang baik dan lainnya. Saat Pilkada harus bicarakan program, jangan ukur keimanan seseorang. Itu tidak baik karena berpotensi memecah belah umat," ungkapnya.

Di hadapan para pendukungnya, Bobby berjanji akan membangun Mall Pelayanan Publik jika menang Pilkada Medan. Di dalamnya, akan dibuat satu pintu untuk pelayanan kependudukan mulai dari pembuatan KTP, KK, hingga koordinasi dengan kepolisian untuk memudahkan urusan perpajakan kendaraan.

"Jadi nanti keluar dari mal pelayanan publik itu, warga yang tak punya KTP begitu keluar punya KTP. Tidak sampai satu hari harus sudah selesai," ujar Bobby.

Bobby berjanji berani menindak tegas pejabat yang tidak melayani masyarakat. "Kenapa tidak berani menegur? Itu mungkin sudah dapat setoran. Harusnya di birokrasi melayani, kalau ada keluhan dari dinas terkait harus ditindak," urai Bobby.

Di pemerintahan kelak, Bobby ingin menerapkan merit sistem". Yakni meletakkan pejabat pada posisinya sesuai dengan kemampuannya.

"Sesuai profesionalitas pejabat. Saya sudah janji tidak akan terima duit apabila ada yang mau jadi pejabat. Jadi harus sesuai kemampuannya," beber Bobby.

Diketahui, Bobby Nasution berpasangan dengan kader Gerindra Aulia Rachman maju di Pilkada Medan. Pasangan nomor urut 2 tersebut mendapat dukungan dari 8 partai politik antara lain PDIP, Gerindra, Golkar, NasDem, PPP, PAN, Hanura, dan PSI. Bobby - Aulia melawan calon petahana Akhyar Nasution yang berpasangan dengan kader PKS, Salman Alfarisi. Pasangan nomor urut 1 ini hanya diusung oleh dua partai yakni PKS dan Partai Demokrat. (FNR)

(fnr/ain)

[Gambas:Video CNN]