Kronologi Sekuriti Tewas Tertimpa Besi Proyek Tol Dalam Kota

CNN Indonesia | Rabu, 30/09/2020 15:23 WIB
Seorang petugas keamanan bernama Asepudin tewas tertimpa besi proyek jalan tol dalam kota dari ketinggian belasan meter. Ilustrasi. (Istockphoto/ Ilbusca)
Jakarta, CNN Indonesia --

PT Jakarta Tollroad Development angkat suara soal kecelakaan kerja yang mengakibatkan seorang sekuriti bernama Asepudin meninggal dunia karena tertimpa besi dari ketinggian belasan meter.

Kecelakaan kerja itu terjadi pada Sabtu (26/9) lalu sekitar pukul 15.00 WIB di Proyek Enam Ruas Jalan Tol Dalam Kota Jakarta, Tahap 1 Seksi A di Jalan Raya Bekasi Cakung.

"Seorang petugas Security Kontraktor KSO Jakon-Adhi kejatuhan besi stress bar dari ketinggian sekitar 14,5 meter, petugas tersebut (bernama) Asepudin," kata General Manager Teknik PT Jakarta Tollroad Development, Djadjat Sudrajat dalam keterangannya, Rabu (30/9).


Usai kejadian, korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Gading Pluit dan dirawat di ICU. Namun, korban akhirnya meninggal dunia pada pukul 18.29 WIB.

Djadjat menerangkan saat kejadian PT Delta Systec Indonesia, selaku subkontraktor sedang melakukan perapatan segmen-segmen beton atau box grider dari Jalan Tol.

Sesuai prosedur, sebelum proses itu dilakukan area di bawah lokasi telah ditutup dan dibatasi dengan moveable barrier. Selain itu, lokasi juga dijaga petugas sekuriti.

Setelahnya, saat proses perapatan antara segmen beton nomer 6 dan nomer 7, sebuah stress bar yang digunakan untuk menyatukan dua bagian itu terjatuh.

"Secara tidak sengaja terjatuh melalui celah antara dua segmen dan pada saat yang sama petugas sekuriti [korban] sedang melintas di bawahnya," tutur Djadjat.

Terkait peristiwa ini, kata Djadjat, pihaknya telah memberikan peringatan keras kepada kontraktor dan pengawas lapangan.

Selain itu, lanjutnya, juga menginstruksikan untuk segera mengecek kembali dan meningkatkan seluruh prosedur keselamatan kerja di lapangan.

"Kepada keluarga korban kontraktor telah memberikan bantuan dan santunan serta beasiswa untuk kedua anaknya yang masih bersekolah," ucap Djadjat.

Sebelumnya, Kanit Reskrim Polsek Kelapa Gading AKP Muhammad Fajar mengatakan pihaknya masih menyelidiki peristiwa tersebut. Dia menyebut sudah ada 12 saksi yang dimintai keterangan untuk mengusut kejadian itu.

"12 saksi itu dari orang-orang sekitar yang ada saat kejadian, termasuk karyawan-karyawan," kata Fajar, Senin (25/9).

Selain itu, kata Fajar, kepolisian juga akan mendalami dugaan kelalaian terkait peristiwa tewasnya sekuriti berinisial A tersebut.

"Betul masih dalam penyelidikan, karena kalau dibilang lalai yang lalai itu siapa gitu, atau apa ada kelalaian di situ," tuturnya.

(dis/kid)

[Gambas:Video CNN]