Kantor Bupati Keerom Diamuk Massa Tolak Hasil Pengumuman CPNS

CNN Indonesia | Jumat, 02/10/2020 02:15 WIB
Kantor Bupati Keerom, Papua, dilempari batu oleh massa yang menolak hasil pengumuman CPNS formasi 2018. Ilustrasi. Kantor Bupati Keerom, Papua, dilempari batu oleh massa yang menolak hasil pengumuman CPNS formasi 2018. (iStockphoto/tzahiV)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kantor Bupati Keerom, Papua, dilempari batu oleh massa yang menolak hasil pengumuman Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) formasi 2018 pada Kamis (1/10) sekitar pukul 16.16 WIT.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Musthofa Kamal mengatakan ada sekitar 250 orang yang datang ke kantor bupati dan melakukan perusakan.

"Perusakan di seputaran kantor bupati Kabupaten Keerom dengan melempari kaca bangunan kantor bupati dengan batu," kata Kamal dalam keterangannya, Kamis (1/10).


Atas kejadian itu, personel gabungan BKO Brimob Polda Papua bersama anggota Polres Keerom mengeluarkan tembakan peringatan ke udara.

Tak hanya itu, aparat keamanan juga menembakkan gas air mata serta melakukan penyemprotan dengan menggunakan mobil water canon untuk memukul mundur massa.

Namun, sekitar pukul 16.45 WIT massa tetap melakukan aksinya bahkan berlanjut dengan aksi pembakaran.

"Juga melakukan pembakaran yang menyebabkan seluruh bangunan Kantor Disnaker, Kantor PMK hangus terbakar," ucap Kamal.

Kamal menuturkan aparat keamanan kembali mengeluarkan tembakan peringatan ke udara dan tembakan gas air mata hingga akhirnya massa terkendali dan mundur.

Akibat kejadian itu, kata Kamal, sebagian kaca di Kantor Bupati Keerom pecah akibat lemparan batu. Sedangkan kantor Disnaker dan kantor PMK hangus terbakar.

Lebih lanjut, Kamal menyampaikan saat ini situasi telah terkendali. Namun, aparat keamanan masih berjaga di sekitar lokasi.

Selain itu, lanjutnya, Jalan Trans Papua yang sempat dipalang oleh massa juga telah dibuka kembali.

"Kasus perusakan dan pembakaran ini dilakukan pasca pengumuman hasil CPNS Formasi 2018 Kabupaten Keerom. Kami meminta warga lainnya untuk dapat menahan diri dan tidak mudah terprovokasi dengan adanya kejadian yang terjadi saat ini," tuturnya.

(dis/ayp)

[Gambas:Video CNN]