Aksi 150 Mahasiswa Tolak Ciptaker di Solo Berlangsung Damai

CNN Indonesia | Kamis, 08/10/2020 20:45 WIB
Aksi tolak omnibus law ciptaker yang berlansung sore ini di Solo diikuti sekitar 150 mahasiswa dari berbagai elemen, dan berjalan damai sampai selesai. Aksi Soloraya Gugat Omnibus Law Ciptaker yang diikuti seratusan mahasiswa. (CNN Indonesia/ Rosyid)
Solo, CNN Indonesia --

Aksi tolak omnibus law UU Cipta Kerja (Ciptaker) berlangsung kembali di sejumlah wilayah di Indonesia, termasuk di Solo, Jawa Tengah, Kamis (8/10).

Di Solo, Aksi Soloraya Gugat Omnibus Law meski tidak mendapat Surat Tanda Terima Pemberitahuan (STTP) dari Polresta Surakarta. Aksi diikuti sekitar 150 mahasiswa dari sejumlah organisasi.

Aksi yang semula direncanakan pukul 14.00 WIB itu pun berlangsung mulai 15.45 WIB.


"Disahkannya UU Omnibus Law Cipta Kerja ini menjadi keresahan kita bersama. Kita menolak dan sangat mendesak seluruh masyarakat mengadakan parlemen jalanan dan mosi tidak percaya," kata Humas aksi, Muhammad Faizin.

Berdasarkan pantauan, sebelum aksi dimulai, puluhan personel polisi terlihat bersiaga di Lingkar Gladag.

Satu unit water cannon disiagakan di depan patung Slamet Riyadi yang menjadi ikon Kota Solo. Polisi juga menggelar razia masker di tempat yang sedianya menjadi lokasi aksi tersebut.

Selain mengalihkan waktu aksi, mahasiswa juga memindah lokasi aksi dari Gladak ke Depan Balaikota Solo. Menurut Faizin, mahasiswa sengaja melakukan hal itu untuk menghindari konfrontasi dengan polisi. Mereka juga memarkirkan sepeda motor mereka di Masjid Agung Surakarta, sekitar 1 kilometer dari Balaikota Solo.

"Kami belajar dari aksi tanggal 24 September lalu. Banyak kawan-kawan yang ditahan dan sepeda motornya disita," katanya.

Aksi ini disebut diikuti sejumlah elemen organisasi mahasiswa seperti PMII, HMI, FMN, dan IMM. perwakilan organisasi bergiliran menyampaikan orasi. Aksi berjalan damai dari awal hingga aksi selesai sekitar pukul 18.00 WIB.

Selama aksi berjalan, tak ada peristiwa yang menonjol selain kemacetan yang terjadi di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman. Mahasiswa membubarkan diri sesaat sebelum azan magrib.

Sebelumnya, Kapolresta Surakarta, Kombes Ade Safri Simanjuntak mengatakan surat pemberitahuan dari mahasiswa menyebut peserta unjuk rasa hanya 40 orang. Hal ini buru-buru dibantah Faizin.

"Tidak sejak awal kita menyampaikan pemberitahuan bahwa jumlah peserta aksi 150 orang," katanya.

Aksi tolak omnibus law UU Ciptaker yang disahkan pada 5 Oktober 2020 pecah di sejumlah wilayah di Indonesia sejak dua hari lalu.

Di Jakarta sendiri aksi tolak omnibus law UU Ciptaker baru terjadi hari ini. Pasalnya, dua hari sebelumnya polisi berhasil memblokade massa aksi melakukan unjuk rasa menolak UU Ciptaker di Jakarta.

(syd/kid)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK