Kubu Ponakan JK Serang Petahana: Banyak Mimpi di Makassar

CNN Indonesia | Senin, 12/10/2020 15:47 WIB
Erwin Aksa, yang merupakan Ketua Timses Munafri-Rahman Bando menyebut calon petahana Danny Pomanto tak berbuat banyak saat jadi wali kota. Ketua Timses Munafri-Rahman Bando, Erwin Aksa menyebut calon wali kota petahana Makassar Danny Pomanto hanya banyak mimpi tapi minim eksekusi (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia --

Ketua Tim Pemenangan paslon Pilkada Kota Makassar Munafri Arifuddin-Rahman Bando, Erwin Aksa melayangkan kritik ke kubu petahana, Ramadhan (Danny) Pomanto. Diketahui, Munafri merupakan keponakan dari Jusuf Kalla.

Erwin menyebut Danny Pomanto gagal memimpin Kota Makassar selama menjadi Wali Kota. Terlalu banyak cita-cita tapi minim eksekusi.

"Danny gagal memimpin Makassar. Banyak mimpi dia tidak terlaksana karena dia tidak mengerti dan tahu perencanaan bahkan eksekusi," tegas Erwin dalam keterangannya, Senin (12/10).


Erwin mengaku prihatin dengan tata ruang Kota Makassar yang amburadul dan rusak selama dipimpin Danny Pomanto. Menurut dia, Danny telah gagal total lantaran tak ada hal monumental yang dikerjakan selama memimpin Kota Makassar.

Sementara, proyek reklamasi di teluk Makassar yang dikerjakan Danny, kata Erwin, justru hanya merusak sistem biota laut dan banyak merugikan nelayan setempat.

"Persoalan reklamasi di kota Makassar tidak terlepas dari perencanaan Danny waktu dia menjadi urban planner sebelum jadi walikota, tapi banyak yang tidak dipelajari aspek lingkungan dan juga perizinan yang baik," katanya.

Erwin mengatakan Danny hanya rajin berkunjung ke ke luar negeri dengan dalih studi banding selama menjabat sebagai Wali Kota Makassar.

Namun, kunjungan itu tak lebih dari pemborosan anggaran sebab tak berbanding lurus pembangunan dan kemajuan ekonomi di Kota Makassar.

Erwin juga menolak klaim Danny bahwa Kota Makassar besar oleh wali kotanya. Menurut dia, kemajuan dan peradaban Makassar, dari aspek sejarah, tak lepas dari peran para saudagar dan masyarakat yang berdagang.

Sementara itu, mantan Wali Kota Makassar, Ilham Arief Sirajuddin menilai Danny hanya sukses sebagai seorang arsitek, bukan sebagai wali kota. Hal kata IAS dibuktikan dengan pertumbuhan ekonomi Makassar yang melambat dan tak ada bukti pembangunan monumental yang dibikin Danni.

Pernyataan IAS tersebut merespons klaim Danny yang bilang sejumlah pembangunan di Kota Makassar saat ini adalah jasa Danny.

CNNIndonesia.com sudah menghubungi Ketua DPD Gerindra Sulsel Iwan Aras selaku pengusung Danny Pomanto untuk menjawab tudingan tersebut. Namun yang bersangkutan belum merepons.

Pilkada Kota Makassar mempertemukan empat paslon yang bakal bertanding pada 9 Desember mendatang. Semuanya telah dinyatakan memenuhi syarat.

Mereka adalah Mohammad Ramdhan Pomanto-Fatmawati Rusdi (Danny-Fatma), Irman Yasin Limpo-Andi Zunnun Nurdin Halid (IMUN), Syamsu Rizal-Fadli Ananda (DILAN), dan Munafri Arifuddin-Abdul Rahman Bando (Appi-Rahman).

Munafri Arifuddin merupakan ponakan Jusuf Kalla. Andi Zunnun merupakan putra politikus Golkar Nurdin Halid. Sementara Irman Yasin adalah adik dari Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo.

(thr/bmw/bmw)

[Gambas:Video CNN]