500 Orang Ditangkap Polisi saat Demo 1310

CNN Indonesia | Selasa, 13/10/2020 18:58 WIB
Polisi melabeli 500 orang yang mayoritas dari kalangan pelajar itu sebagai kelompok anarko. Massa aksi berlari menyelamatkan diri saat aparat polisi menembakan gas air Mata Di kawasan MH Thamrin, Jakarta, Selasa, 13 Oktober 2020. Foto: CNN Indonesia/Safir Makki
Jakarta, CNN Indonesia --

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan pihaknya telah mengamankan lebih dari 500 orang yang dia sebut sebagai massa anarko dari berbagai wilayah. 

Massa ini disebut merupakan kelompok yang hendak dan telah membuat kericuhan pada demo 1310 menolak Omnibus Law Cipta Kerja di Patung Kuda, Jakarta Pusat, Selasa (13/10)

"Hari ini, dari tadi siang sampai barusan kita amankan 500. Kita lakukan razia saat ini sudah kita amankan di Polda Metro," kata Yusri saat ditemui di Jalan MH Thamrin, Selasa sore. 


Ia menyatakan massa yang diamankan berasal dari berbagai daerah dan mayoritas merupakan pelajar. 

"Hampir rata-rata semua adalah anak sekolah dan pengangguran. Jadi bukan orang-orang yang mau demo," ucap dia. 

Demonstrasi yang dilakukan sejumlah organisasi masyarakat (Ormas) Islam yang tergabung dalam Aliansi Nasional Anti-Komunis (Anak NKRI) menolak Omnibus Law Cipta Kerja di Patung Kuda, Selasa sore berakhir ricuh. 

Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana menuding kericuhan yang terjadi usai aksi demonstrasi itu disebabkan oleh ulah kelompok anarko. 

"Awal kami bertahan agar tidak terpancing, namun mereka lempari. Kemudian dalam kondisi itu kami lakukan pendorongan dan penangkapan," kata Nana.

33 Motor Ditinggal Pergi


Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya mengamankan 33 sepeda motor yang ditinggalkan oleh massa aksi tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja di seputar Jalan Medan Merdeka Barat.

Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo mengatakan puluhan sepeda motor itu diamankan usai massa berhasil dipukul mundur oleh aparat.

"33 ini baru di seputar IRTI, Medan Merdeka Selatan," kata Sambodo kepada wartawan.

Sambodo menuturkan pihaknya terus melakukan penyisiran terhadap kendaraan yang ditinggalkan oleh massa.

Kata Sambodo, puluhan sepeda motor itu akan dibawa ke Polda Metro Jaya dan akan dilakukan pendataan.

"Nanti bisa kita data siapa pemiliknya dan sebagainya," ucap Sambodo.

Polisi mulai membubarkan massa aksi di sekitar Patung Kuda, Jakarta Pusat sekitar pukul 16.10 WIB.

Aparat menembakkan gas air mata dan mengerahkan kendaraan taktis untuk menghalau massa. Setelahnya, massa pun mulai berlarian ke arah Jalan MH Thamrin dan Jalan Budi Kemuliaan.

(yoa, dis/gil)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK