Harimau Muncul, Pendakian Gunung Sibayak Ditutup Sementara

CNN Indonesia | Jumat, 16/10/2020 03:46 WIB
Penutupan objek pendakian Gunung Sibayak dilakukan demi kenyamanan para wisatawan agar tidak terjadi hal-hal yang tak diinginkan. Pendakian Gunung Sibayak, Kabupaten Karo, Sumut ditutup sementara setelah harimau muncul di jalur pendakian. Ilustrasu (ANTARAFOTO/ Syifa Yulinnas)
Medan, CNN Indonesia --

Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Barisan menutup sementara pendakian Gunung Sibayak di Kabupaten Karo, Sumatera Utara mulai Jumat (16/10). Penutupan dilakukan setelah harimau Sumatra (Panthera Tigris Sumatrae) muncul di jalur pendakian gunung tersebut dalam beberapa bulan terakhir.

"Jadi mulai besok objek pendakian Gunung Sibayak ditutup sementara untuk umum sampai batas waktu yang tidak ditentukan," kata Staf Kepala UPT Tahura Bukit Barisan Ramlan Barus Ashido, ASM Munthe, Kamis (15/10).

Munthe menyatakan penutupan objek pendakian Gunung Sibayak dilakukan demi kenyamanan para wisatawan agar tidak terjadi hal-hal yang tak diinginkan. Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumut.


"Kita juga telah memasang kamera trap di sejumlah titik untuk memantau pergerakan harimau. Sehingga potensi konflik antara manusia dan satwa liar bisa diantisipasi," ujarnya.

Menurutnya, harimau pertama kali terlihat petugas retribusi di pos pendakian pada 29 Agustus 2020. Keesokan harinya, warga yang tengah mencari tanaman obat juga melihat harimau.

Kemudian, harimau kembali terlihat oleh pengunjung yang sedang mengendarai mobil ke pos pendakian pada 30 September 2020.

Lokasi kemunculan kucing besar itu termasuk jalur habitat harimau sehingga tak heran harimau muncul di sana. Warga sekitar juga sedang sering melihat harimau sejak lama, tetapi harimau tidak pernah mengganggu.

"Masyarakat juga menghormati keberadaan harimau di sana. Tapi kita juga tidak boleh takabur. Namanya juga di hutan. Tapi tim kita 24 jam patroli di sana. Mengawasi mana tau harimau muncul. Mudah-mudahan, harimau itu semakin masuk ke tengah hutan," ujarnya.

(FNR/fra)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK