Ricuh, Warga Jemput Paksa Jenazah Reaktif Covid di Makassar

CNN Indonesia | Jumat, 16/10/2020 04:18 WIB
Puluhan warga bentrok dengan aparat keamanan karena ingin menjemput paksa jenazah reaktif covid-19 di Makassar. Puluhan warga bentrok dengan aparat keamanan karena ingin menjemput paksa jenazah reaktif covid-19 di Makassar. Ilustrasi. (ANTARA FOTO/FB Anggoro).
Jakarta, CNN Indonesia --

Puluhan massa terlibat bentrok dengan sejumlah aparat keamanan di Rumah Sakit Awal Bros, Jalan Urip Sumoharjo, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (14/10) malam. Aksi ricuh itu terjadi lantaran ratusan massa mewakili keluarga jenazah pasien yang diketahui reaktif virus corona menolak untuk memakamkan jenazah dengan protokol pemakaman covid-19.

"Kami sedang melaksanakan pengamanan di RS di mana ada salah satu jenazah pasien dipaksa pihak keluarga, namun kami berhasil mengamankan, sehingga jenazah kembali dibawa ke kamar jenazah milik RS," kata Kanit Reskrim Polsek Panakkukang Iptu Iqbal Usman dikutip dari siaran CNNIndonesia TV, Kamis (14/10)

Hasil pemeriksaan dengan metode polymerase chain reaction (PCR) atau swab atas pasien sendiri belum keluar.


Dalam kejadian itu, polisi juga terpaksa mengamankan seorang dari ratusan massa. Sebelum itu, adu mulut antara keluarga dan polisi terjadi, hingga massa nekat mendorong aparat yang menghalangi. Hal itu membuat polisi mengeluarkan tembakan peringatan berkali-kali.

Keadaan semakin kondusif ketika polisi dan pihak keluarga berhasil melakukan negosiasi, dan menyepakati jenazah kembali diserahkan ke pihak rumah sakit.

Peristiwa itu sempat terekam dalam sebuah video dan beredar di media sosial. Salah satunya diunggah akun Instagram @makasar_info. Dalam video berdurasi 34 detik itu terlihat massa memaksa untuk tetap membawa jenazah ke mobil pribadi.

[Gambas:Instagram]

"Saya tidak ikhlas orang tua saya dimakamkan secara covid-19 karena orang tua saya tidak kena covid-19," teriak salah satu keluarga.

Diketahui, jenazah merupakan pria berinisial DB dengan usia sekitar 60 tahun. DB dinyatakan meninggal dunia pada Rabu sekitar pukul 19.00 WITA, setelah dirawat sejak Selasa (13/10) lalu karena penyakit jantung.

(khr/sfr)

[Gambas:Video CNN]