3 Pesantren di Sumut Jadi Klaster Penularan Corona

CNN Indonesia | Kamis, 22/10/2020 21:47 WIB
Tiga pesantren yang berada di Sumatra Utara diketahui menjadi klaster penularan virus corona. Tes usap di pondok pesantren. (Foto: ANTARA FOTO/ANIS EFIZUDIN)
Medan, CNN Indonesia --

Satgas Covid-19 Sumatra Utara menemukan tiga pesantren yang menjadi klaster penyebaran virus corona. Puluhan orang guru dan santri di tiga ponpes tersebut dikonfirmasi terpapar Covid-19.

Salah satu dari tiga pesantren yang menjadi klaster penyebaran Covid-19 ada di Kabupaten Deliserdang. Sebanyak 31 orang santri dan pengajar di pesantren itu terkonfirmasi positif Covid-19 dan saat ini dalam tahap isolasi.

Satu pesantren yang menjadi klaster penularan corona berada di Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Dua orang santri di sana dinyatakan positif dan harus menjalani isolasi.


Sementara pesantren ketiga yang menjadi klaster penularan corona yakni Raudhatul Hasanah di Medan. Sebanyak 44 orang santri dan guru dinyatakan positif Covid-19. Sekitar 13 diantaranya saat ini sudah dinyatakan sembuh.

Ketika dikonfirmasi, Gubernur Sumatra Utara Edy Rahmahadi membenarkan ada tiga pesantren yang saat ini menjadi klaster penyebaran corona.

"Untuk yang di Madina, kita sudah melakukan swab, saat ini kondisinya baik ada satu hingga dua orang yang sudah kita isolasi. Ada yang di Pesantren Raudhatul Hasanah 31 kita isolasi, kita pisahkan kita sembuhkan," kata Edy Rahmayadi yang juga merangkap sebagai Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Sumut.

Kendati demikian, aktivitas belajar di ketiga pesantren tersebut sejauh ini belum dihentikan.

Edy menuturkan upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19 hanya dilakukan dengan meniadakan kunjungan orang tua dan orang yang berbelanja tidak lagi keluar masuk pondok pesantren.

"Kita atur khusus untuk pesantren, guru di dalam tidak keluar, belanja di drop, kita tekankan. Kemarin memang masih ada besuk dan orang orang belanja tidak terputus. Sekarang tidak demikian, yang belanja khusus di drop ke pintu gerbang, lalu dibawa oleh orang-orang," urai Edy.

Diketahui per tanggal 21 Oktober 2020, kasus konfirmasi positif aktif Covid-19 di Sumatra Utara sebanyak 1.803 orang. Dengan konfirmasi positif kumulatif sebanyak 12.125 orang. Kemudian 507 orang meninggal dunia dengan konfirmasi positif.

(fnr/evn)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK