PDIP Kecam Usul Anies Dana PEN untuk Bangun Stadion dan TIM

CNN Indonesia | Jumat, 23/10/2020 15:15 WIB
Fraksi PDIP di DPRD DKI memprotes rencana Anies menggunakan dana pemulihan ekonomi nasional (PEN) hasil pinjaman pemerintah, untuk membangun stadion dan TIM. Proyek pembangunan Jakarta International Stadium. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan diprotes anggota dewan lantaran mengusulkan penggunaan dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) untuk pembangunan Jakarta International Stadion (JIS) dan Taman Ismail Marzuki (TIM).

Wakil Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta Johny Simanjuntak mengingatkan Anies tak seharusnya menggunakan dana PEN untuk pembangunan proyek.

"Fraksi PDI Perjuangan sangat tidak setuju dana pinjaman dari pusat PEN digunakan untuk proyek belum begitu mendesak dan tidak punya dampak luar biasa pemulihan ekonomi," kata Johny kepada CNNIndonesia.com, Jumat (23/10).


Diterangkan Johny bahwa dana tersebut harusnya menjadi stimulus seperti Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), Bantuan Sosial, hingga Kartu Jakarta Mahasiswa (KJMU). Dana itu juga harusnya diperuntukkan bagi penanganan banjir, internet belajar dan membiayai penanggulangan wabah virus corona (Covid-19).

"Bukan untuk proyek mercusuar yang belum begitu mendesak seperti Jakarta International Stadium (JIS) dan pembangunan hotel di TIM," beber dia.

Jhonny menerangkan usulan itu disampaikan eksekutif pada rapat Badan Anggaran (Banggar) untuk Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Perubahan (RAPBD) 2020.

Di rapat itu, kata Johny, anak buah Anies mengajukan anggaran sebesar Rp1,3 triliun untuk pembangunan stadion. Angka ini dikritik oleh Johny sebagai bentuk ketidakpekaan DKI di masa pandemi

"Kemudian, kira kira Rp400 miliar untuk pembangunanN TIM. Ini kan sense of crisis-nya enggak ada sama sekali. Udah utang tapi dialokasikan begini," tegas dia.

Proyek JIS adalah salah satu proyek janji politik Anies, yakni membangun stadion untuk Jakarta. Sementara proyek TIM sempat dipotong anggarannya lantaran berpolemik dengan seniman setempat.

Presiden Joko Widodo sebelumnya telah meminta jajarannya untuk lebih tanggap dalam menanggapi pandemi. Kepada para menteri, Jokowi meminta agar jajarannya memiliki kepekaan terhadap situasi krisis.

"Saya minta kita miliki sense of crisis yang sama. Jangan sampai tiga bulan lalu kita sampaikan kerja dari rumah, work from home, yang saya lihat ini kayak cuti malahan," ujar Jokowi saat rapat terbatas soal serapan anggaran 7 Juli lalu yang videonya diunggah ke YouTube Sekretariat Presiden pada Rabu (8/7).

(ctr/wis)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK