PSI Kritik Program Rumah DP 0 Rupiah Anies: Baru 0,26 Persen

CNN Indonesia | Jumat, 16/10/2020 21:32 WIB
Saat awal memimpin Jakarta, Anies menargetkan membangun 300 ribu unit dalam lima tahun, namun hingga kini baru terealisasi 780 unit rumah. PSI menyebut program rumah DP 0 rupiah yang digagas Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan baru terealisasi 0,26 persen. Ilustrasi (CNN Indonesia/Daniela)
Jakarta, CNN Indonesia --

Politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI), William Aditya Sarana mengatakan program rumah DP 0 rupiah yang digagas Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tak berjalan dalam tiga tahun terakhir ini. Ia menyebut program tersebut baru terealisasi 0,26 persen dari target awal.

"Realisasi program DP 0 Rupiah hanya 0,26 persen," kata William dalam keterangan pers virtual, Jumat (16/10).

William menyatakan Anies menargetkan penyediaan 300.000 unit rumah dalam 5 tahun atau 60.000 unit rumah per tahun. Namun, selama tiga tahun ini, rumah DP 0 rupiah baru tersedia 780 unit rumah.


"Dari angka tersebut, jumlah yang dihuni hanya 278 unit. PSI mempertanyakan apakah Gubernur Anies benar-benar memiliki kemauan untuk menjalankan program DP 0 rupiah?" ujarnya.

Tak hanya rumah DP 0 rupiah, program pembangunan Light Rail Transit (LRT) fase 2 juga mandek dan tidak jalan. Proyek tersebut juga tercantum dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 55 Tahun 2018 tentang Rencana Induk Transportasi Jabodetabek tahun 2018-2029 dan Perpres Nomor 56 Tahun 2018 tentang Proyek Strategis Nasional (PSN).

"Di masa Gubernur Anies, pembangunan LRT fase 2 tidak kunjung dimulai. Padahal, bisa dilihat bahwa proyek ini memiliki dasar hukum yang kuat dan sangat dibutuhkan untuk mengatasi kemacetan," ujarnya.

Pembangunan LRT direncanakan memiliki rute sepanjang 110 kilometer yang terbagi dalam 7 rute. Saat ini, jalur LRT baru menghubungkan kawasan Kelapa Gading-Velodrome sepanjang 5,8 kilometer. LRT juga sudah membangun depo yang mampu menampung kereta seluruh rute LRT.

Terakhir, William menyebut program naturalisasi sungai yang digagas Anies juga tak jalan. Padahal, kata William, Anies mengklaim bahwa naturalisasi sungai merupakan solusi ideal untuk menyelesaikan masalah banjir di Jakarta.

Anggota DPRD DKI Jakarta itu pun menyinggung Anies yang memamerkan hasil naturalisasi sungai di Kanal Banjir Barat (KBB) segmen Sudirman-Karet pada September 2020. Menurutnya, proyek yang dipamerkan Anies itu berbeda dengan konsep yang dipaparkan Anies saat kampanye.

"Oleh karena itu, bisa dikatakan bahwa progres naturalisasi sungai masih 0 persen. PSI berharap agar Gubernur Anies untuk bersikap jujur dalam menyampaikan informasi kepada publik," katanya.

Sebagai informasi, Anies berhasil menumbangkan petahana Basuki Tjahja Purnama alias Ahok pada Pilkada 2017 lalu. Anies dilantik menjadi gubernur DKI Jakarta bersama Sandiaga Uno sebagai wakil gubernur pada 16 Oktober 2017 lalu.

(ctr/fra)

[Gambas:Video CNN]