Achmad Yurianto, Staf Ahli Menteri Terawan Berharta Rp4,3 M

CNN Indonesia | Jumat, 23/10/2020 17:05 WIB
Berdasarkan data LHKPN tahun 2019, Achmad Yurianto tercatat memiliki harta senilai Rp4,3 miliar. Achmad Yurianto. (Antara Foto/Nova Wahyudi)
Jakarta, CNN Indonesia --

Mantan Juru Bicara Satgas penanganan Covid-19 Achmad Yurianto dimutasi dari jabatan Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan.

Yuri dicopot dari jabatannya dan digeser menjadi Staf Ahli Menkes bidang Teknologi Kesehatan dan Globalisasi. Dalam laporan harta kekayaan penyelenggara negara terakhir tahun 2019, Yuri tercatat memiliki kekayaan Rp4,3 miliar.

Karir pria kelahiran Malang, 11 Maret 1962 itu mulai mencuat di lingkungan Kementerian Kesehatan sejak 2015. Yuri lebih banyak malang melintang sebagai dokter militer. Ia adalah lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga.


Yurianto memulai kariernya sebagai dokter militer tepatnya sebagai Perwira Utama Kesehatan Daerah Militer V Brawijaya pada 1987. Pada 2015 , Yuri diminta Menteri Kesehatan saat itu Nila Moeloek untuk menempati posisi Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes. Pada 2019, ia pun dipercaya menjadi Sesditjen P2P.

Dalam dokumen LHKPN di situs Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), harta Yurianto pada 2015 sebesar Rp2,6 miliar. Saat itu, harta paling berharga Yurianto adalah tanah dan bangunan di Kota Bogor senilai Rp1,3 miliar. Lalu ia menyimpan giro dan setara kas dengan total nilai Rp668 juta.

Yurianto punya lima kendaraan bermotor dengan nilai Rp578 juta. Mobil termahal yang ia miliki saat itu adalah Kia Sportage tahun 2013 senilai Rp300 juta.

Pada 2019, kekayaan Yurianto melesat ke angka Rp4,3 miliar. Tanah dan bangunan di Bogor yang ia miliki senilai Rp3,5 miliar.

Yuri juga tercatat punya kas dan setara kas senilai Rp336 juta. Mantan Jubir Pemerintah untuk Covid-19 itu juga tercatat punya harta bergerak lainnya senilai Rp105 juta.

Dia juga punya empat kendaraan yang ia miliki dengan total Rp405 juta. Mobil paling mahal yang ia miliki masih Kia Sportage tahun 2013 dengan taksiran harga Rp200 juta.

Selain menjabat Staf Ahli Menkes bidang Teknologi Kesehatan dan Globalisasi, Yurianto juga tercatat mendaftar sebagai calon anggota Direksi BPJS Kesehatan periode 2021-2026. Yurianto akan bersaing dengan 183 orang pendaftar lainnya yang lolos seleksi administrasi pendaftaran.

(dhf/ugo)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK