Kemendikbud Subsidi Internet 7 Juta Siswa-Guru Bulan Oktober

CNN Indonesia | Jumat, 23/10/2020 22:10 WIB
Kemendikbud menyalurkan subsidi internet untuk siswa, guru hingga dosen di bulan Oktober dalam dua tahap. Ilustrasi siswa mengikuti pembelajaran jarak jauh selama pandemi virus corona (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyalurkan kuota internet kepada 7,2 juta siswa, guru, mahasiswa dan dosen di bulan Oktober untuk menunjang pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data dan Informasi Kemendikbud, Hasan Chabibie mengatakan bantuan kuota disalurkan dalam dua tahap.

Tahap 1 pada 22-23 Oktober hari, sedangkan untuk tahap 2, akan dikirim pada 28-30 Oktober mendatang.


"Bantuan yang dikirimkan hari ini dan esok hari merupakan bantuan kuota data tahap 1 di bulan Oktober, sedangkan bantuan kuota data tahap 2 akan dikirimkan pada 28 - 30 Oktober 2020," ujar Hasan lewat siaran pers, Jumat (23/10).

Bantuan kuota tersebut terdiri dari 946 ribu untuk siswa PAUD; 5,3 juta siswa SD; 2,5 juta siswa SMP; 1,6 siswa SMA; 1,3 juta siswa SMK, 35 ribu siswa SLB, dan 27 ribu untuk kesetaraan. Kemudian sebanyak 957 ribu guru, 915 ribu untuk mahasiswa, dan 65 ribu bagi dosen.

Kemendikbud memberlakukan mekanisme berbeda untuk penyaluran kuota di jenjang pendidikan tinggi. Setiap perguruan tinggi yang menerima bantuan harus membuat Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutak (SPTJM) setiap bulan.

Subsidi kuota di bulan Oktober tahap 1 untuk tingkat pendidikan tinggi nantinya akan disalurkan kepada 912 ribu mahasiswa dan 65 ribu dosen dengan total penerima sebanyak 977 ribu.

"Berdasarkan masukan dari berbagai pihak, baik dari pemerhati pendidikan, warga satuan pendidikan, maupun masyarakat umum, maka Kemendikbud menambah daftar aplikasi dan situs yang dapat diakses menggunakan kuota belajar," tutur Hasan.

Sejak September lalu, Hasan menyebut bantuan kuota internet PJJ telah disalurkan kepada 28,5 juta nomor telepon milik siswa, mahasiswa, guru, maupun dosen.

Kemendikbud juga telah menambah daftar aplikasi dan situs, sehingga total saat ini mencapai 2.690. Jumlah tersebut terdiri dari 61 aplikasi pembelajaran, 5 aplikasi konferensi video, dan 2.624 laman kampus dan sekolah.

"Daftar ini masih akan terus bertambah seiring dengan masukan dari masyarakat," kata dia.

(thr/bmw/bmw)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK