Serangan Pelecehan Seksual ke Ponakan Prabowo di Pilkada 2020

CNN Indonesia | Rabu, 28/10/2020 22:36 WIB
Keponakan Prabowo, Rahayu Saraswati diduga menerima serangan berbau pelecehan seksual dalam kontestasi Pilkada Tangerang Selatan 2020. Calon wakil wali kota Tangerang Selatan Rahayu Saraswati (kanan) mendapat serangan berbau pelecehan seksual. (ANTARA FOTO/MUHAMMAD IQBAL)
Jakarta, CNN Indonesia --

Calon Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo mendapat serangan pribadi bernada pelecehan dalam Pilkada 2020. Keponakan Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto itu disindir masalah paha dan foto kehamilan lewat media sosial.

Pertama, Sara menerima dugaan pelecehan seksual lewat media sosial dari politikus Demokrat, Cipta Panca Laksana pada September 2020 lalu. Ketika itu, Panca menulis status terkait paha peserta Pilkada 2020.

"Paha calon wakil wali kota Tangsel itu mulus banget," tulis Panca di akun @Panca66.


Diduga cuitan Panca ditujukan kepada Sara calon wakil wali kota Tangerang yang diusung Gerindra.

Sara adalah satu-satunya perempuan calon wakil wali kota Tangsel. Dia maju berpasangan dengan kader PDIP Muhammad.

Sara pun merespons tulisan Panca tersebut. Lewat akun twitternya, @RahayuSaraswati, ia merasa dilecehkan oleh Panca.

"Pelecehan tidak ada hubungannya dengan afiliasi politik, beda pilihan politik bukan berarti bisa dilecehkan, atau karena saya perempuan bukan berarti bisa dilecehkan, pelecehan hanya dilakukan oleh mereka yang berjiwa kerdil dan pengecut," tulis Sara.

Saat itu, Panca merespons kritik yang diarahkan terhadapnya dengan tenang. Ia mengklaim tulisannya tersebut hal biasa dan tak menyinggung siapapun.

"Saya enggak ada nyebut (nama) siapa-siapa. Cuitan biasa saja, cuma dikomen Pak Said Didu," kata Panca saat dihubungi CNNIndonesia.com, Minggu (6/9).

Selang sehari, Panca meminta maaf terkait kicauannya itu. Ia pun telah menghapus unggahan tersebut.

"Sehubungan twit pribadi saya mengenai paha mulus cawalkot Tangsel sudah terlanjur viral, dengan ini saya mendelete twit tersebut. Mohon maaf kepada pihak-pihak yang merasa tersinggung dengan twit tersebut," katanya.

Belum lama dugaan pelecehan seksual terkait paha berlalu, Sara kembali menerima 'serangan' fisik. Kali ini, sebuah akun bernama Bang Djoel mengunggah foto kehamilan Sara ke grup Tangsel Rumah dan Kota Kita.

Foto kehamilan Sara tersebut disertai dengan tulisan 'Yang mau coblos udelnya silakan. Udel dah diumbar. Pantaskah jadi panutan apalagi pemimpin Tangsel??'

Merespons unggahan tersebut, Sara akan menempuh jalur hukum untuk menindaklanjuti konten maternity atau kehamilannya yang diunggah akun bernama Bang Djoel di Facebook.

Politikus Partai Gerindra itu menilai unggahan tersebut merupakan bentuk pelecehan seksual.

"Bahwa kami sedang siapkan langkah-langkah untuk mengambil tindakan hukum terhadap pelaku yang mengunggah konten tersebut dan melakukan pelecehan seksual terhadap saya," kata Sara dalam konferensi pers di bilangan Tangerang Selatan, Selasa (27/10).

Dua kali diserang dengan postingan bernada pelecehan, Sara mengungkapkan alasannya kali ini memilih untuk mengambil jalur hukum. Menurutnya, pada kasus yang pertama, Panca tak menyebut nama dirinya secara langsung.

"Kalau yang waktu itu (cuitan Panca), ia tidak mengunggah foto dan tidak mengaitkan nama siapa, sampai akhir tidak mengklarifikasi siapa yang dimaksud. Bisa saja yang dimaksud calon wakil wali kota lain, persoalannya itu mereka dua-duanya laki-laki, saya tidak tahu," kata Sara.

(yoa/fra)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK