Aksi Buruh dan Mahasiswa Bubar, Turun Lagi 10 November

CNN Indonesia | Rabu, 28/10/2020 21:53 WIB
Demo Mimbar Akbar Sebuah Sumpah Rakyat oleh buruh, petani, mahasiswa, serta masyarakat miskin kota di Tugu Proklamasi berakhir damai. Demo tolak Omnibus Law di Tugu Proklamasi. (CNN Indonesia/Dhio Faiz)
Jakarta, CNN Indonesia --

Aksi unjuk rasa Mimbar Akbar Sebuah Sumpah Rakyat yang dilakukan buruh, petani, mahasiswa, serta masyarakat miskin kota di kawasan Tugu Proklamasi, Jakarta, Rabu (28/10) berakhir damai.

Awalnya, polisi sempat melarang aksi digelar melebihi pukul 18.00 WIB. Namun setelah negosiasi alot, massa diperbolehkan beraksi hingga pukul 19.00 WIB.

Sebelum membubarkan diri, massa aksi membacakan sumpah rakyat. Mereka mengajukan tiga tuntutan.


"Satu, dengan segenap kesadaran kami rakyat yang tertindas bersumpah menjunjung tinggi persatuan, persatuan atas nama tegaknya keadilan," kata massa aksi dipimpin Jubir Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak) Nining Elitos.

Tuntutan kedua adalah menyerukan sikap perlawanan terhadap culasnya kekuasaan. Ketiga, berjuang melenyapkan kesewenang-wenangan.

Usai pembacaan sumpah, ribuan orang bernyayi bersama. Mereka menyanyikan lagu "Buruh Tani" yang lekat dengan gerakan aksi unjuk rasa.

Setelah itu, mereka membubarkan diri. Mereka mengutarakan rencana untuk melanjutkan demonstrasi menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja.

"Sepuluh November adalah Hari Pahlawan. Jadi 10 November tentu kami juga akan berjuang. Modelnya apakah mimbar rakyat atau memang kita mobilisasi massa secara besar-besaran," tutur Nining seusai aksi.

(dhf/dea)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK