Jumlah Suspek Harian Covid-19 Merosot Drastis dalam Sepekan

CNN Indonesia | Rabu, 04/11/2020 14:01 WIB
Jumlah kasus harian suspek virus corona di Indonesia menurun drastis hingga 100 ribu kasus dalam periode Kamis (29/10) hingga Selasa (3/11). Jumlah kasus harian suspek virus corona di Indonesia menurun drastis hingga 100 ribu kasus dalam periode Kamis (29/10) hingga Selasa (3/11). (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia --

Jumlah kasus harian suspek virus corona (Covid-19) di Indonesia mengalami penurunan drastis dalam sepekan terakhir. Tercatat penurunan hingga 100 ribu kasus suspek dalam periode Kamis (29/10) hingga Selasa (3/11).

Penurunan kasus mulai terjadi pada musim libur panjang lalu atau sejak Kamis (29/10). Tercatat saat itu jumlah penambahan kasus suspek harian hanya berada di angka 68.888 suspek. Disusul hari berikutnya, Jumat (30/10) dengan 68.292 kasus suspek harian. 

Kemudian pada 31 Oktober dengan 67.900 suspek, 1 November 61.2015 suspek, 2 November 59.500 suspek dan 56.039 suspek pada 3 November kemarin.


Bila dibandingkan dengan tambahan kasus suspek harian sepekan sebelumnya, Indonesia rata-rata mencapai angka suspek hingga 150 ribu kasus suspek per harinya.

Rinciannya, 21 Oktober 162.216 suspek, 22 Oktober 164.346 suspek, lalu 23 Oktober 161.763 suspek. Kemudian 24 Oktober 166.380 suspek, 25 Oktober 168.918 suspek, dilanjutkan 26 Oktober 170.163 suspek, dan 27 Oktober 169.479 suspek.

Suspek sendiri dikategorikan untuk orang dengan kasus infeksi saluran pernafasan akut yang dalam 14 hari sebelum sakit, orang yang bersangkutan berasal atau tinggal di daerah yang sudah terjadi transmisi lokal. Ataupun orang yang bersangkutan dalam 14 hari terakhir pernah kontak dengan kasus terkonfirmasi positif atau kontak dekat dengan kasus probable.

Definisi itu secara resmi telah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan guna mengganti istilah ODP, PDP, OTG dan kasus konfirmasi menjadi kasus suspek, kasus probable, kontak erat dan kasus konfirmasi.

Insert Artikel - Waspada Virus CoronaInsert Artikel Waspada Virus Corona. (CNN Indonesia/Fajrian)

Perubahan itu tertuang dalam Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK 01.07/MENKES/413/2020 tentang Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Covid-19. Perubahan tersebut merupakan revisi kelima dari Keputusan Menteri Kesehatan sebelumnya yang diteken Menkes Terawan pada (13/7) lalu.

Tak hanya jumlah suspek, jumlah harian orang yang diperiksa terkait virus corona sepekan terakhir ini fluktuatif dan cenderung melandai. Ini sejalan dengan kisaran tes dalam periode 28 Oktober hingga 3 November 2020 yang melandai, dengan rata-rata di angka 26 ribu orang per hari.

Sedangkan jumlah testing sebelumnya mencapai rata-rata hingga 33 ribu kasus, bahkan pada Selasa (13/10) sempat mencatat rekor jumlah testing tertinggi sepanjang Oktober dengan 40.012 orang per hari.

Bila dirinci, dalam sepekan ini testing harian Indonesia tidak pernah mencapai angka 30 ribu kasus sesuai target Presiden Joko Widodo.

Berdasarkan data harian Satgas penanganan Covid-19, tercatat pada 28 Oktober pemeriksaan harian mencapai 27.344 orang. Kemudian pada 29 Oktober 25.393 orang, 30 Oktober 23.278 orang dan tanggal 31 Oktober berada di 23.278 orang per hari.

Memasuki November target Jokowi masih belum terpenuhi dengan jumlah pemeriksaan harian hanya 17.971 ribu orang per hari pada 1 November, dilanjutkan tanggal 2 dengan 20.146 orang per hari dan 3 November dengan 22.218 orang yang diperiksa per hari.

Kementerian Kesehatan pun menyebut alasan jumlah testing turun dikarenakan hari libur atau akhir pekan, sedangkan bila hari normal maka capaian jumlah testing kembali normal. 

(khr/pmg)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK