Survei UMSU: 50 Persen Pemilih di Medan Pertimbangkan Prokes

CNN Indonesia | Selasa, 24/11/2020 03:47 WIB
Hasil penelitian UMSU menyebut mayoritas pemilih akan datang ke TPS yang menerapkan protokol pencegahan Covid-19. Ilustrasi TPS dengan protokol Covid-19. (Foto: ANTARA FOTO/ASEP FATHULRAHMAN)
Medan, CNN Indonesia --

Hasil survei Laboratorium Sosial dan Politik FISIP Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) menyebut pemilih siap datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) Pilkada Medan 2020 asalkan ada jaminan protokol kesehatan dari pihak penyelenggara.

Kepala Laboratorium Sosial dan Politik FISIP UMSU Sigit Hardiyanto menyampaikan survei bertajuk 'Partisipasi Politik dan Persepsi Masyarakat Kota Medan terhadap Pelaksanaan Pilkada di masa Pandemi Covid-19' ini dilaksanakan 28 Oktober - 1 November 2020.

Hasil survei sudah dipaparkan dan didiskusikan secara terbatas di hadapan dosen, dekanat, dan rektorat akhir pekan lalu di kampus UMSU.


Beberapa temuan survei yang menarik antara lain 50,3 persen responden menyatakan akan hadir ke TPS dengan mempertimbangkan keamanan dan protokol kesehatan yang disiapkan penyelenggara.

Selain itu, Sebanyak 87,7 persen responden menyatakan upaya mengurangi penyebaran Covid-19 merupakan tanggung jawab seluruh masyarakat. Kemudian 58,3 persen responden menyatakan Pilkada harus tetap dilaksanakan meskipun kondisi Pandemi Covid-19.

"Meski demikian, dalam wawancara lanjutan, banyak responden berharap KPU Medan sebagai penyelenggaraan bisa menjamin terlaksananya protokol kesehatan saat mencoblos di TPS dan tersedianya berbagai sarana yang dibutuhkan agar terhindar dari wabah Covid-19," ujar Sigit, dalam keterangannya, Senin (23/11).

Dia menyebutkan masyarakat pemilih yang dijadikan sebagai responden sebanyak 1.100 orang yang tersebar secara proporsional di 21 kecamatan dan 151 kelurahan di Kota Medan. Survei memiliki toleransi kesalahan (margin of error) sebesar 3 persen, dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

"Responden yang terpilih diwawancarai lewat tatap muka (face to face) oleh enumerator/surveyor yang merupakan mahasiswa FISIP yang sudah dilatih dan mendapat pengarahan dari dosen-dosen FISIP yang menjadi pelaksana dan survei," jelasnya

Diketahui, Pilkada Medan 2020 diikuti oleh dua pasangan calon. Mereka adalah Akhyar Nasution-Salman Alfarisi yang diusung Demokrat dan PKS; dan dan Bobby Nasution-Aulia Rachman yang diusung 8 partai politik antara lain PDIP, Gerindra, Golkar, NasDem, PPP, PAN, Hanura, dan PSI.

Dalam pelaksanaan Pilwalkot Medan 2020, pengawas pemilu menyebut ada banyak pelanggaran protokol kesehatan oleh kedua kubu.

Sebelumnya, sejumlah pihak memprdiksi ada penurunan partisipasi pemilih pada Pilkada 2020 akibat pandemi Covid-19.

(fnr/arh)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK