PILKADA SURABAYA

UINSA Survei 350 Responden, Elektabilitas Machfud Ungguli Eri

CNN Indonesia | Rabu, 25/11/2020 00:50 WIB
Survei UIN Sunan Ampel menyatakan calon wali kota Pilkada Surabaya Machfud Arifin memiliki elektabilitas 46 persen. Hasil survei FISIP Universitas Islam Negeri Sunan Ampel menyatakan calon wali kota Pilkada Surabaya Machfud Arifin (kiri) memiliki elektabilitas yang lebih tinggi dari Eri Cahyadi (CNN Indonesia/ Farid dan Screenshot via instagram @eriarmujiofficial)
Surabaya, CNN Indonesia --

Survei Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) menyatakan bahwa pasangan calon Pilkada Surabaya nomor urut 2 Machfud Arifin-Mujiaman Sukirno memiliki elektabilitas yang lebih tinggi dari paslon nomor urut 1 Eri Cahyadi-Armuji.

Dari survei tersebut, elektabilitas Machfud-Mujiaman mencapai 46 persen, sementara Eri-Armuji berada di angka 42,86 persen.

"Selisih 3,14 persen, dan ada 11,14 persen belum menentukan pilihan," kata Kepala Program Studi Ilmu Politik FISIP UINSA Holilah melalui keterangan tertulis, Selasa (24/11).


Selain elektabilitas, popularitas pasangan Machfud-Mujiaman juga unggul. Popularitas mereka berada di angka 47,4 persen, sementara pasangan Eri-Armuji 47,1 persen.

Dalam hal akseptabilitas atau tingkat penerimaan masyarakat, Machfud-Mujiaman juga disebut unggul, yakni sebesar 47,4 persen. Sedangkan pasangan Eri-Armuji di angka 46,3 persen.

Survei FISIP UINSA dilakukan sepanjang 2-12 November 2020. Melibatkan 350 responden dengan margin of error 5 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.

Survei menggunakan metode multistage random sampling dengan pengumpulan data melalui penyebaran kuesioner kepada responden terpilih oleh surveyor dari mahasiswa FISIP UINSA yang sudah terlatih.

"Mayoritas responden yang terpilih memeluk Agama Islam sebesar 96,5 persen. Sementara afiliasi organisasi keagamaan masyarakat adalah NU dengan sebesar 59,4 persen," katanya.

Dalam survei ini, Holilah juga menyebut masyarakat Surabaya memiliki pertimbangan yang rasional dalam menentukan pilihannya. Bukan didasari emosinal.

"Hal ini dibuktikan dengan tingginya preferensi pada program dan visi-misi (29,4 persen), kemampuan memimpin (23,7 persen), pengalaman (10,1 persen), dan hanya sebagian kecil yang kecenderungan sosiologis misalnya faktor agama (7,7 persen)," urainya.

Ia juga menambahkan responden berharap agar calon pengganti Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini nanti mampu mengentas permasalahan pengangguran di Surabaya.

"Tiga urutan permasalahan utama yang perlu diselesaikan oleh pemimpin Kota Surabaya mendatang menurut responden adalah masalah pengangguran (27,9 persen), masalah jaminan kesehatan (20,4 persen), dan pelayanan jaminan pendidikan (15,8 persen)," kata dia.

Hasil survei FISIP UINSA itu berbeda dengan survei yang dilakukan Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC).

Dalam survei SMRC, elektabilitas Eri-Armudji mencapai 48,5 persen, selisih 11,2 persen dari Cawalkot Machfud Arifin dan Mujiaman yang meraih angka 37,3 persen. Adapun warga yang belum menentukan pilihan sebesar 14,2 persen.

Tingkat popularitas Eri Cahyadi mencapai 81 persen, hampir sama dengan Machfud Arifin di angka 80 persen.

(frd/bmw/bmw)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK