Ribuan Orang Padati Kampanye di Maluku, Cabup Minta Maaf

CNN Indonesia | Rabu, 25/11/2020 23:33 WIB
Pelanggaran terhadap protokol kesehatan terjadi di Pilkada Buru Selatan usai salah satu paslon menggelar kampanye terbuka dengan dihadiri ribuan warga. Ilustrasi kampanye akbar. (Foto: ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas)
Ambon, CNN Indonesia --

Ribuan orang pendukung pasangan calon Bupati-Wakil Bupati Buru Selatan, Maluku, nomor urut 3 Safitri Malik Soulisa-Gerson Elyaser Selsily (SMS-GES) mengikuti konvoi massal menuju lokasi kampanye, Rabu (25/11).

Mereka hendak mengikuti puncak kampanye penutup di Kecamatan Waisama, setelah sebelumnya sudah menggelar kampanye dengan metode terbatas di tengah pandemi Covid-19.

Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com di lokasi, ribuan orang yang berasal dari 11 Desa dan 9 Dusun di Kecamatan Waisama tersebut mulai memadati ruas jalan menggunakan sepeda motor dan mobil sambil membawa sejumlah atribut partai politik sekitar pukul 13.00 WIT.


Mereka kemudian menuju ke lapangan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Wamsisi, Desa Wamsisi, Kecamatan Waisama Buru Selatan pukul 14.00 WIT.

Di sana, massa pendukung paslon SMS-GES terlihat berkumpul tanpa protokol kesehatan, seperti tak menjaga jarak, tidak memakai masker atau menurunkan masker hingga ke bawah dagu.

Atas kerumunan warga itu, Safitri Malik Soulisa meminta maaf ke pihak panitia Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Menurutnya, kedatangan warga di kampanye itu sama sekali tidak diketahui paslon.

"Saya meminta maaf ke pihak Bawaslu, karena antusias warga cukup tinggi dan terjadi kerumunan, warga sudah diingatkan pakai masker, jaga jarak, dan mengurangi kerumunan," kata dia, yang merupakan istri dari Bupati Buru Selatan Tagop Sudarsono Soulisa itu.

Juru kampanye paslon tersebut, Nawan Souwakil, juga berulangkali mengingatkan massa pendukung yang membawa atribut bendera PDIP untuk menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan memakai masker karena masih dalam situasi pandemi.

Tim sukses terpaksa membagi masker kepada masyarakat yang datang tak mengenakan masker.

Saimah Abas, (42) warga Dusun Kusu-kusu, Desa Wamsisi, mengaku sebelum ke lokasi kampanye sudah menerapkan protokol kesehatan dengan cara mencuci tangan di air mengalir, memakai masker dan membatasi kerumunan.

"Kalau soal Corona tidak khawatir, karena di sini zona hijau atau bebas Corona," dalihi Saimah, di lokasi kampanye, Rabu (25/11).

Infografis Partai Langgar Protokol Corona di PilkadaInfografis Partai Langgar Protokol Corona di Pilkada. (Foto: CNN Indonesia/Fajrian)

Ia menyebut antusiasme warga untuk ikut kampanye bukan lantaran mendapat bayaran. Pihaknya mengaku terpanggil untuk mendengar langsung program dari paslon.

"Kalau enggak salah paslon SMS-GES ada 9 program prioritas, yang saya ingat itu pendidikan gratis bagi siswa tingkat SD-SMA hingga Mahasiswa, program kesehatan dan program perberdayaan seribu perempuan unggulan, kita mau tahu seperti apa program tersebut," cetusnya.

Diketahui, Pilkada Buru Selatan 2020 diikuti tiga paslon. Yakni, paslon nomor urut 1 Hadji Ali-Zainudin Booy (AJAIB) yang diusung oleh Partai Golkar dan Partai Gerindra; paslon nomor urut 2 Abdurrahman Soulisa-Elisa Ferianto Lesnusa (MANIS) yang diusung oleh Partai NasDem, PPP, Partai Hanura.

Dan paslon nomor urut 3, Safitri Malik Soulisa-Gerson Eliaser Selsily yang diusung oleh PDI-Perjuangan, PAN, Partai Berkarya, Perindo, dan Partai Demokrat.

(sai/arh)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK