Sekilas Soal Suharjito, Tersangka Pemberi Suap Edhy Prabowo

CNN Indonesia | Jumat, 27/11/2020 02:25 WIB
Dalam kasus izin ekspor benih lobster, KPK menetapkan seorang pengusaha sebagai tersangka yang diduga jadi pihak pemberi. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat jumpa pers kasus dugaan tipikor izin ekspor benur di lingkungan KKP, Rabu (25/11) tengah malam WIB. (CNN Indonesia/ Ryan Hadi)
Jakarta, CNN Indonesia --

Nama Suharjito menjadi sorotan seiring pengungkapan kasus dugaan tipikor oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait izin ekspor benih lobster yang menyeret Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo.

Dalam jumpa pers yang digelar Rabu (25/11) tengah malam, Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango mengumumkan Suharjito sebagai satu dari tujuh tersangka dugaan tipikor izin ekspor benih lobster di lingkungan KKP.

Ia disebut sebagai pemberi suap bagi Edhy dan sejumlah bawahannya.


Dari penelusuran CNNIndonesia.com, Suharjito adalah seorang pengusaha yang bergerak di bidang olah makanan. Dia adalah bos perusahaan PT Dua Putra Perkasa (DPP).

Suharjito sendiri adalah pendiri sekaligus Direktur PT Dua Putra Perkasa. Perusahaan ini, dalam laman websitenya resminya duaputraperkasa.com, menyatakan diri sebagai perusahaan yang bergerak di bidang impor, ekspor dan distributor makanan. Perusahaan rintisan ini telah berdiri sejak 1998.

Saat memberikan keterangan semalam, Nawawi membeberkan gerak Suharjito hingga ditetapkan sebagai tersangka pemberi suap.

Dalam perkara ini, Suharjito disebut pernah menyambangi kantor KKP pada awal Oktober lalu. Dia langsung menuju lantai 16 di salah satu gedung di Kementerian itu, lalu bertemu dengan tersangka lain, SAF.

"Dalam pertemuan itu diketahui bahwa untuk melakukan ekspor benih lobster hanya dapat melalui forwarder PT ACK dengan biaya angkut Rp1.800/ekor, yang merupakan kesepakatan antara AM dengan APS dan SWD," kata Nawawi saat menyampaikan keterangannya.

PT ACK yang dimaksud adalah Aero Citra Kargo. Diketahui pula salah satu pengurus PT ACK yakni Siswadi, turut dijadikan tersangka oleh KPK semalam.

Atas informasi itu, kata Nawawi, PT DPP diduga langsung melakukan transfer sejumlah uang ke rekening PT ACK dengan total sebesar Rp731.573.564. Selanjutnya PT DPP atas arahan EP melalui Tim Uji Tuntas (Due Diligence) memperoleh penetapan kegiatan ekspor benih lobster/benur dan telah melakukan sebanyak 10 kali pengiriman menggunakan perusahaan PT. ACK.

"Atas uang yang masuk ke rekening PT ACK yang diduga berasal dari beberapa perusahaan eksportir benih lobster tersebut, selanjutnya di tarik dan masuk ke rekening AMR dan dan ABT masing-masing dengan total Rp9,8 miliar," kata Nawawi.

Selain Edhy Prabowo, Suharjito, dan Siswadi sisa empat lain yang ditetapkan tersangka oleh KPK adalah stafsus Menteri KKP Safri dan Andreau Pribadi Misata; Pengurus PT Aero Citra Kargo (ACK), Siswadi; staf istri Edhy, Ainul Faqih; dan Amiril Mukminin.

Dalam kasus ini para penerima disangkakan melanggar Pasal 12 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 11 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Sementara itu, Suharjito tersangka pemberi suap ke Edhy Prabowo dkk disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP Jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.

(tst/kid)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK