Bima Arya: Keterisian RS untuk Covid-19 di Bogor 80,3 Persen

CNN Indonesia | Jumat, 27/11/2020 01:34 WIB
Wali Kota Bogor mengungkap kapasitas RS untuk pasien Covid-19 di wilayahnya sudah mencapai 80,3 persen atau jauh melebihi anjuran keterisian bed dari WHO. Wali Kota Bogor Bima Arya mengungkap tingkat keterisian tempat tidur untuk pasien Corona mencapai 80,3 persen. (ANTARA/HO/Pemkot Bogor)
Jakarta, CNN Indonesia --

Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan kondisi rumah sakit khusus covid-19 di Kota Bogor sedang dalam keadaan darurat karena keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) mencapai 80,3 persen.

Angka ini telah jauh melebihi anjuran keterisian tempat tidur yang dikeluarkan Badan Kesehatan Dunia (WHO). Anjuran BOR dari WHO sebesar 60 persen.

"Kondisinya memang sudah agak darurat karena keterpakaian tempat tidur sudah nyaris maksimal ya, angkanya sudah di atas ambang batas, BOR sudah 80,3 persen," kata Bima Arya, melalui video yang diterima CNNIndonesia.com, Kamis (26/11).


Salah satu rumah sakit rujukan covid-19 di Kota Bogor yakni RSUD Bogor saat ini hanya memiliki 13 tempat tidur tersisa untuk pasien covid-19. Dari kapasitas sebanyak 120, sudah terisi 107 tempat tidur.

Sementara keterisian tempat isolasi khusus pasien covid-19 di Kabupaten Bogor yaitu BNN Lido mencapai 60 persen.

"RSUD itu dari kapasitas 120 sudah 107. BNN keterisiannya 60 persen, jadi sudah BOR 80,3 persen, tertinggi," kata Bima.

Sebagai respon dari keterisian tempat tidur pelayanan kesehatan tersebut, Bima mengatakan sedang mempersiapkan beberapa hal, diantaranya meningkatkan jumlah tempat tidur di RSUD Bogor.

"Kita juga melakukan langkah-langkah untuk menambah tempat tidur di RSUD, dimaksimalkan mungkin bisa nambah hingga 134," ucapnya.

Selain itu, pihaknya juga akan menambah beberapa tenaga perawat untuk mengimbangi jumlah pasien covid-19 di RSUD Bogor. Hal ini diperlukan karena RSUD Bogor juga menambah kapasitas tempat tidur.

"RSUD sedang melakukan rekrutmen juga untuk tenaga perawat, walaupun ruangan siap kalau tenaga medis gak ada ya gak bisa juga, kira-kira 50-100 [tenaga perawat] lagi," tuturnya.

Pihaknya juga akan menambah petugas tracing untuk memperkuat upaya pencarian kasus positif di masyarakat. Diharapkan, dengan ditemukannya kasus lebih cepat, maka penularan di tengah masyarakat dapat ditekan seminimal mungkin.

"Surveilans kita sedang lakukan rekrutmen oleh Dinas Kesehatan, sebanyak 67 orang, nanti akan memonitor, melacak semua, supaya tidak ada kontak erat yang lolos. Karena kontak erat yang lolos inilah menulari banyak orang," ucap Bima.

Ia juga berencana menambah rumah sakit khusus covid-19 di Bogor. Namun pihaknya masih membangun komunikasi dengan pihak rumah sakit tersebut.

"Kita sedang menjajaki untuk memfungsikan satu RS yang belum bisa kita sebutkan sebagai RS khusus covid-19, kita masih membangun komunikasi dengan pihak RS tersebut," pungkasnya.

Peningkatan keterisian tempat tidur tidak hanya terjadi di Bogor. Di DKI Jakarta, berdasarkan data Satgas Covid-19, keterisian ICU mencapai 69,57 persen, dan keterisian isolasi mencapai 71,66 persen.

Di Jawa Barat, tren keterpakaian tempat tidur ICU juga tinggi, sebanyak 73,45 persen, sementara untuk tempat tidur isolasi 79,62 persen.

Jateng juga mencatatkan tingginya persentase keterpakaian tempat tidur di RS rujukan covid-19. Berdasarkan data Satgas Covid-19 keterpakaian tempat tidur mencapai 80 persen untuk ICU, dan 77,45 persen untuk ruang isolasi.

Sementara itu kasus covid-19 nasional hari ini, Kamis (26/11) mencapai angka 516.753 kasus, dari angka itu 433.649 sembuh dan 16.352 kasus meninggal dunia.

(khr/ain)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK