Satgas Klaim Cold Chain Vaksin Covid-19 Capai 97 Persen

CNN Indonesia | Jumat, 27/11/2020 00:16 WIB
Satgas Penanganan Covid-19 menyatakan persiapan logistik berupa cold chain vaksin virus corona telah mencapai 97 persen. Ilustrasi. (Foto: AP/Hans Pennink)
Jakarta, CNN Indonesia --

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito menyatakan saat ini kesiapan logistik berupa cold chain vaksin virus corona di Indonesia sudah mencapai 97 persen.

"Saat ini rata rata kesiapan cold chain yang berfungsi di Indonesia mencapai 97 persen," kata Wiku dalam siaran langsung yang disiarkan kanal Sekretariat Presiden di Youtube, Kamis (26/11).

Cold chain merupakan sistem penyimpanan dan pendistribusian vaksin pada kisaran suhu yang direkomendasikan. Sistem cold chain terdiri atas lemari es dan 'freezer' untuk menyimpan vaksin dan termos (vaksin carrier) ke tempat pelayanan imunisasi, khususnya untuk kegiatan di luar gedung atau lapangan.


Selain itu, menurut Wiku, pemerintah pusat terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk menyiapkan sumber daya manusia yang dibutuhkan dalam program vaksinasi ini.

Wiku menekankan, jumlah SDM yang diperlukan bakal menyesuaikan dengan jumlah peserta vaksinasi.

Menurut dia, koordinasi yang dilakukan juga meliputi berbagai sarana pendukung lain yang dibutuhkan pada saat program vaksinasi. Ia menyebut, untuk memastikan kesiapan ini Presiden Joko Widodo juga telah meninjau peninjauan simulasi imunisasi vaksin Covid di Tanah Sereal, Bogor, Jawa Barat beberapa waktu lalu.

"Ini dilakukan tentunya dalam rangka memastikan seluruh prosesnya dapat berjalan dengan lancar," jelasnya.

Infografis Beda Vaksin Pfizer, Moderna, OxfordInfografis Beda Vaksin Pfizer, Moderna, Oxford. (Foto: CNNIndonesia/Basith Subastian)

Tidak hanya itu, kini pemerintah juga masih melakukan finalisasi untuk menentukan daerah prioritas yang akan mendapatkan vaksin. Penentuan ini mempertimbangkan pelbagai aspek, seperti jumlah kasus positif, jumlah penduduk, hingga luas wilayah.

Sementara itu, Wiku masih belum bisa memastikan kapan vaksin kapan mulai dijalankan. Menurutnya, program vaksinasi nasional bergantung pada hasil uji klinis tahap tiga yang tengah dilakukan.

"Program vaksinasi nasional pada prinsipnya sangat bergantung pada hasil uji klinis tahap tiga yang sedang dilakukan, yang nantinya akan dikaji oleh BPOM sebelum dikeluarkan EUA," tuturnya.

"Kami berharap tahapan ini dapat berjalan sesuai rencana, sehingga vaksinasi dapat dilakukan dengan jadwal yang sudah ditetapkan. Sekarang pemerintah sedang fokus memastikan bahwa vaksin yang nanti digunakan aman, berkhasiat dan minim efek samping," kata dia menambahkan.

(dmi/nma/NMA)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK