Satgas Covid-19: Peta Risiko Baiknya Hingga Tingkat RT/RW

Satgas Covid-19, CNN Indonesia | Kamis, 26/11/2020 15:02 WIB
Satgas Penanganan Covid-19 Nasional meminta pemerintah daerah memetakan zona risiko hingga tingkat RT dan RW. Hal tersebut guna memudahkan mobilisasi warga. Satgas Covid-19: Peta Risiko Baiknya Hingga Tingkat RT/RW (Foto: CNN Indonesia/Bisma Septalismaa)
Jakarta, CNN Indonesia --

Satgas Covid-19 meminta pemerintah daerah untuk memastikan pemetaan risiko Covid-19 hingga level rukun tetangga dan rukun warga (RT/ RW). Informasi pemetaan risiko ini kemudian harus dipublikasikan sehingga masyarakat melakukan pertimbangan keamanan kesehatan.

Kasubid Tracking #SatgasCovid19 Kusmedi Priharto menyatakan pemetaan zonasi yang dilakukan oleh pemerintah saat ini masih perlu didukung untuk memperinci pemetaan risiko hingga tingkat RT/ RW. Pemetaan terperinci ini untuk membantu masyarakat melakukan mobilisasi dengan pertimbangan keamanan kesehatan ketika melakukan perjalanan.

"Zonasi itu masih jadi jadi masalah, sebaiknya per RT atau RW itu juga baik. Misalnya jangan se-Jakarta dimerahkan semua," ucap Kusmedi dalam talk show 'Masyarakat Bijak Sadar 3T' di Media Center Satgas Covid-19 yang diunggah melalui kanal Youtube BNPB, Selasa (24/11).


Menurutnya pemetaan ini membantu masyarakat menjalankan aktivitas ekonominya. Misalnya saja ketika seseorang akan bertandang ke Cilandak, Jakarta Selatan, maka ia dapat melihat zona risiko disana dan melakukan pertimbangan. Kalau merah, kata dia, orang itu akan mencari alternatif seperti melakukan komunikasi secara tidak langsung.

"Atau kalau kesana maka orang itu memakai protokol kesehatan 3M sempurna," tambahnya.

Protokol kesehatan ini diantaranya #ingatpesanibu untuk #pakaimasker, #cucitangan pakai sabun, dan #jagajarak hindari kerumunan.

Pemetaan ini juga sangat penting karena dampak libur panjang akhir Oktiber 2020 lalu kini mulai dirasakan di Jakarta. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengungkap bahwa terjadi lonjakan kasus pasien Covid-19 di kotanya.

"Ketika kita sudah mulai turun nih, tiba-tiba ada long weekend, kita tetap melaksanakan, konsekuensinya kita sekarang mulai menyaksikan kenaikan lagi peak-nya," kata Anies dalam sebuah webinar, Selasa (24/11).

Paling tidak warga yang melakukan perjalanan atau kunjungan di Jakarta dapat melakukan antisipasi melalui protokol kesehatan berdasar pemetaan risiko wilayah. Sehingga mobilitas karena motif ekonomi tak mandek.

Secara akumulatif, jumlah kasus positif di Jakarta per Selasa (24/11) mencapai 129.188 kasus, dengan rincian 118.062 dinyatakan sembuh, dan 2.567 orang meninggal dunia. Adapun jumlah kasus aktif sebanyak 8.559 kasus.

(ayo/fjr)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK