Mohammad Idris Positif Corona, KPU Depok Tetap Gelar Debat

CNN Indonesia | Jumat, 27/11/2020 10:59 WIB
Wali Kota Depok yang juga calon petahana Mohammad Idris diperkirakan tak bisa mengikuti debat kedua Pilkada Depok 2020 usai terpapar virus corona. Wali Kota Depok yang juga calon petahan Mohammad Idris terpapar virus corona dan dipastikan absen dalam debat kedua Pilkada Depok 2020. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia --

Ketua KPU Kota Depok Nana Shobarna mengatakan pihaknya tetap menggelar debat publik Pilkada 2020 yang kedua pada 30 November, meski tanpa kehadiran calon petahana Wali Kota Depok Mohammad Idris yang terkonfirmasi positif Covid-19.

"Debat tetap jalan sesuai dengan jadwal meskipun ada yang berhalangan hadir karena sakit atau lainnya," kata Nana di Depok, Jawa Barat, Jumat (27/11) dikutip dari Antara.

Idris terkonfirmasi positif virus corona pada Rabu (25/11) lalu. Calon petahana itu pun diperkirakan tak bisa menghadiri acara debat sesi kedua yang digelar pada 30 November mendatang.


"Ya, nanti hanya diwakili oleh calon wakil wali kota Depok saja. Jadi, digelar tanpa kehadiran Pak Idris," ujar Nana.

Pemilihan wali kota dan wakil wali kota Depok diikuti oleh dua pasangan calon, yakni pasangan nomor urut 01 Pradi Supriatna-Afifah Alia dan pasangan nomor urut 02 Mohammad Idris-Imam Budi Hartono.

KPU Kota Depok menggelar debat bagi paslon sebanyak tiga kali guna meningkatkan partisipasi pemilih.

Debat pertama digelar pada Minggu (22/11). Debat yang disiarkan langsung stasiun televisi swasta itu mengangkat tema "Tata Kelola Pemerintahan, Pelayanan Publik dan Hukum di Kota Depok pada Era Kebiasaan Baru".

Debat kedua nanti juga ditayangkan langsung di stasiun TV swasta pukul 19.00-21.00 WIB. Pada debat ini tema yang diusung yakni "Kesehatan, Kesejahteraan, dan kesenjangan di Kota Depok pada Era Kebiasaan Baru". Selanjutnya, debat ketiga digelar 4 Desember 2020.

Sementara itu, anggota Dewan Pembina Perludem Titi Anggraini mengingatkan agar debat publik tak sekadar menggugurkan kewajiban, tetapi harus mampu mengelaborasi gagasan, program, dan kapasitas calon secara maksimal.

Ia mengatakan pilkada kali ini memiliki tantangan yang cukup berat karena digelar di tengah pandemi virus corona.

"Jangan monoton atau sekadar menggugurkan kewajiban pasangan calon dalam tahapan kampanye Pilkada 2020," kata Titi menegaskan.

Menurut Titi, seharusnya debat pada masa pandemi sangat strategis karena bisa menjangkau pemilih lebih masif melalui media penyiaran.

"Kualitas kompetisi yang bebas dan adil (kompetisi yang kompetitif) bisa terdistorsi karena batasan-batasan kandidat dalam menjangkau pemilih akibat pandemi Covid-19," ujarnya.

(Antara/fra)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK