Jumlah Tes Covid-19 Indonesia Dekati Standar WHO

Satgas Covid-19, CNN Indonesia | Jumat, 27/11/2020 09:00 WIB
Tren angka testing Covid-19 Indonesia di bulan November mendekati standar yang ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Tren angka testing Covid-19 Indonesia di bulan November 2020 mendekati standar yang ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Foto: CNN Indonesia/Bisma Septalismaa
Jakarta, CNN Indonesia --

Testing atau pemeriksaan Covid-19 mingguan yang dilakukan pemerintah kini mencapai 239 ribu. Jumlah ini kian mendekati standar rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Juru Bicara #SatgasCovid19 Wiku Adisasmito mengungkap pemerintah berupaya memenuhi pencapaian angka testing Covid-19 sesuai standar yang direkomendasikan Organisasi Kesehatan Dunia atau (WHO).

Standar jumlah test per wilayah ini disesuaikan dengan kepadatan populasi. Berdasarkan jumlah penduduk Indonesia yang mencapai lebih dari 267 juta jiwa maka diperlukan testing sebanyak 267 ribu orang per pekan. Pada minggu ketiga November 2020, testing yang dilakukan sudah mencapai sekitar 239 ribu atau 88,6 persen.


"Ini adalah angka tertinggi yang pernah kita capai. Kita harus terus meningkatkan jumlah testing hingga tercapai target WHO," ungkap Wiku saat memberi keterangan pers di Kantor Presiden, Selasa (24/11).

Sejak awal Juni 2020 hingga minggu ketiga Oktober 2020, terlihat adanya tren peningkatan jumlah testing Covid-19. Namun, tren ini sempat mengalami penurunan pada dua pekan setelahnya, dan kembali meningkat hampir mencapai target WHO, yaitu berada di angka 86,25 persen pada minggu kedua November 2020.

Fluktuasi ini terjadi disebabkan berbagai hal, seperti kondisi libur, jumlah dan kapasitas laboratorium, SDM tenaga kesehatan, ketersediaan reagen dan juga kondisi geografis Indonesia.

"Hal-hal ini tentunya menjadi evaluasi bersama khususnya bagi pemerintah daerah," imbuh Wiku.

Jumlah testing juga sempat menurun pada hari-hari tertentu, khususnya saat hari libur. Wiku meminta pemerintah daerah setempat untuk memperbaiki mekanisme operasional laboratorium melalui penambahan jumlah sif laboran, dengan pemberian insentif yang sepadan.

Selain itu perlu adanya pemeriksaan terkait kesesuaian jenis reagen dengan alat testing yang digunakan.

"Pemerintah juga daerah diminta untuk menerapkan sanksi bagi masyarakat yang tidak mau, atau menolak dites. Agar masyarakat benar-benar mau menjalankan protokol kesehatan tanpa pandang," tegas Wiku.

(ayo/fjr)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK