Pekik Massa Aksi di Surabaya: Papua Bukan Merah Putih

CNN Indonesia | Rabu, 02/12/2020 01:18 WIB
Massa aksi peringatan hari deklarasi kemerdekaan Papua Barat di Surabaya menyebut Papua Bintang Kejora, bukan Merah Putih. Massa aksi peringatan hari deklarasi kemerdekaan Papua Barat di Surabaya menyebut Papua Bintang Kejora, bukan Merah Putih. (CNN Indonesia/Farid)
Surabaya, CNN Indonesia --

Massa dari Aliansi Mahasiswa Papua menggelar demonstrasi peringatan hari deklarasi kemerdekaan Papua Barat di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Selasa (1/12).

Pantauan CNNIndonesia.com di lokasi, massa mahasiswa Papua menyampaikan orasi dan menyanyikan lagu bernada protes di depan Grahadi, sembari mengenakan baju adat dan ragam atribut bercorak bendera Bintang Kejora.

"Papua bukan Merah Putih, Papua bukan Merah Putih. Papua Bintang Kejora, Bintang Kejora," teriak mereka.


"Garuda telah membunuh kami, Cendrawasih menghidupi," sambung salah satu orator.

Juru bicara massa aksi, Rudi Wonda mengatakan demonstrasi hari ini merupakan upaya memperingati deklarasi kemerdekaan Papua Barat 1 Desember 1961.

"Hari kemerdekaan Bangsa Papua yang dirayakan melalui demonstrasi di seluruh Indonesia," katanya.

Namun, menurutnya, kemerdekaan Papua Barat 59 tahun silam ternyata tak diakui oleh Indonesia. Presiden Sukarno kala itu menyatakan kemerdekaan Papua Barat hanyalah rekayasa Belanda. Pemerintah RI kemudian melancarkan operasi militer Trikora.

"19 hari setelahnya Presiden Sukarno mengumandangkan Operasi Trikora yang menjadi langkah awal upaya aneksasi West Papua ke dalam bingkai NKRI," kata dia.

Setelah itu, lanjut Rudi, pemerintah Indonesia melakukan perjanjian Belanda dan Amerika dalam New York Agreement. Namun, tanpa dihadiri perwakilan dari rakyat Papua.

Usai perjanjian itu, kata dia, Bangsa Papua Barat mengalami banyak tekanan. Salah satunya saat Referendum Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera) 1969.

Ia menyebut momentum referendum yang semestinya menjadi hak penentuan nasib sendiri bagi Bangsa Papua Barat, pada kenyataannya malah menjadi petaka.

"Pepera hanya melibatkan 0,2 persen dari populasi West Papua, tidak demokratis, penuh teror, intimidasi dan manipulasi serta pelanggaran HAM berat," ucapnya.

Puluhan massa yang mengatasnamakan dirinya Aliansi Mahasiswa Papua, menggelar aksi demonstrasi, peringatan hari deklarasi kemerdekaan West Papua, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Selasa (1/12).Massa Aliansi Mahasiswa Papua menggelar demonstrasi peringatan hari deklarasi kemerdekaan Papua Barat di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Selasa (1/12). (CNN Indonesia/Farid)

Melalui peringatan kali ini, pihaknya ingin agar masyarakat mengingat hari deklarasi kemerdekaan Papua Barat, dan menuntut Pemerintah Indonesia mengakuinya.

"Kami selalu menuntut untuk pengakuan, Negara Republik Indonesia harus mengakui bahwa rakyat Papua sudah merdeka tanggal 1 Desember 1961 dan segera berikan haknya," tutupnya.

Situasi di Papua

Polri menyampaikan belum ada peringatan kemerdekaan Papua Barat yang menonjol pada hari ini.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigadir Jenderal Awi Setiyono mengklaim aparat sudah mengantisipasi pergerakan sejak November lalu.

"Sampai saat ini belum ada (kegiatan) yang menonjol di Papua terkait dengan 1 Desember," kata Awi kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (1/12).

Menurutnya, polisi sudah jauh-jauh hari mengingatkan kepada masyarakat Papua agar tidak terpengaruh dengan gerakan-gerakan yang menolak persatuan itu.

Awi menuturkan pihaknya sudah melakukan serangkaian kegiatan patroli, penyuluhan, hingga kegiatan preventif lain untuk mengingatkan warga.

"Mengingatkan kepada warga Papua untuk tetap tenang, untuk tetap menjaga kesatuan dan persatuan di bawah NKRI," jelas Awi.

Setiap 1 Desember kerap disebut sebagai HUT OPM. Namun, hal itu dibantah oleh pihak OPM sendiri.

Sebelumnya, Juru Bicara (Jubir) Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) Sebby Sambom mengatakan upacara peringatan akan digelar oleh sejumlah organisasi pembebasan Papua pada 1 Desember.

Upacara akan digelar di 33 markas Komando Daerah Pertahanan yang dia sebut dengan Kodap, yang tersebar di seluruh Papua.

Di Jakarta, sejumlah kelompok yang tergabung dalam Front Rakyat Indonesia untuk West Papua (FRI-WP), Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) dan Asosiasi Mahasiswa Pegunungan Tengah Papua Indonesia (AMPTPI) juga menggelar aksi.

Tokoh pembebas Papua, Surya Anta juga turut melakukan aksi di depan patung kuda Arjuna Wiwaha, Jalan Medan merdeka Barat, Jakarta Pusat untuk merayakan gerakan kemerdekaan Papua.

(frd/mjo/pmg)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK