QC Charta Final: BaJo Cuma Keruk 12,8 Persen Pilkada Solo

CNN Indonesia | Rabu, 09/12/2020 17:35 WIB
Pasangan BaJo hanya mampu mengeruk 12,85 persen, sementara Gibran-teguh Prakosa unggul telak dengan 87,15 persen. Calon Wali Kota Solo nomor urut dua Bagyo Wahyono. (ANTARA FOTO/Maulana Surya)
Jakarta, CNN Indonesia --

Hitung cepat atau quick count lembaga riset Charta Politika rampung mengolah 100 persen data masuk Pilkada Solo 2020. Hasilnya, pasangan Bagyo Wahono-FX Supardjo (BaJo) kalah telak dari Gibran Rakabuming-Teguh Prakosa.

Pasangan BaJo hanya mampu mengeruk 12,85 persen, di saat Gibran-teguh Prakosa unggul telak dengan 87,15 persen.

Selisih penghitungan suara keduanya terlampau sangat jauh, yakni 74,3 persen. Sejak suara yang masuk baru 1-100 persen, putra Presiden Joko Widodo itu selalu unggul dengan perbedaan suara yang telak.


Kedua paslon sendiri termasuk orang baru di kancah politik. Gibran baru resmi mendaftarkan diri sebagai kader PDI Perjuangan pada September 2019, sekitar satu tahun dua bulan lalu.

Saat itu ia memutuskan bergabung dengan PDIP setelah berniat maju dalam perebutan kursi wali kota Surakarta yang melambungkan nama bapaknya, Joko Widodo itu.

Dipilihnya Gibran sebagai calon yang diusung partai banteng itu sempat menuai kontroversi karena pengalamannya yang minim di dunia politik.

Sementara BaJo maju sebagai pasangan calon independen, berbekal 38.831 dukungan yang diperoleh melalui pengumpulan E-KTP milik warga.

Bagyo sendiri berprofesi sebagai penjahit busana tradisional Jawa. Ketika mencalonkan sebagai lawan Gibran, banyak pihak yang berasumsi pasangan ini hanya lawan "boneka". Namun dugaan ini ditampik keduanya.

(tim/ain)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK