Pilkada 2020, PKS Pertahankan Kemenangan di Depok dan Sumbar

CNN Indonesia | Kamis, 10/12/2020 07:19 WIB
PKS mempertahankan kemenangan di Depok dan Sumbar di Pilkada 2020 dari hasil hitung cepat sejumlah lembaga survei. Ilustrasi. (Foto: ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)
Jakarta, CNN Indonesia --

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) kembali mempertahankan dominasinya di Provinsi Sumatera Barat dan Depok, Jawa Barat dalam Pilkada Serentak 2020 berdasarkan hasil perhitungan cepat atau quick count lembaga survei.

Jagoan PKS yang berlaga di Sumbar, Mahyeldi Ansharullah-Audy Joinaldy unggul dengan perolehan 32,78 persen berdasarkan survei yang dilakukan Poltracking.

Hasil tersebut mengungguli para rivalnya yang berlaga di Pilgub Sumbar seperti pasangan Nasrul Abit-Indra Catri yang meraih 30,84 persen suara di tempat kedua.


Lalu, pasangan Mulyadi-Ali Mukni mendapatkan 26,53 persen suara. Pasangan Fakhrizal-Genius Umar berada di urutan paling buncit dengan 9,85 persen.

PKS sendiri akan mempertahankan dominasinya di Pilgub Sumbar bila pasangan Mahyeldi-Audy ditetapkan sebagai pemenang oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Gubernur Sumbar saat ini, Irwan Prayitno merupakan kader PKS dan Gubernur Sumber dua periode sejak 2010-2015 dan 2016-2021.

Senada, pasangan yang diusung PKS di Depok, Jawa Barat Muhammad Idris-Imam Budi Hartono turut unggul versi hitung cepat Pilkada 2020. Mereka unggul dari lawannya yakni pasangan Pradi Supriatna-Afifah Alia yang diusung oleh koalisi Gerindra, PDI-P, Golkar, PAN, PKB, dan PSI.

Alhasil, Kota Depok saat ini menjadi identik dengan julukan "kandang" PKS karena partai tersebut selalu berhasil memenangkan calon yang diusungnya sejak era Pilkada langsung digelar secara berturut-turut.

PKS sendiri pernah mengusung Nur Mahmudi Ismail pada Pilkada Depok 2005. Nur Mahmudi berhasil memenangkan Pilkada 2005 dan kembali terpilih saat maju pada Pilkada 2010 dengan menggandeng Mohammad Idris sebagai pendampingnya.

Setelah itu, Mohammad Idris-Pradi yang kembali diusung oleh PKS dan menang pada gelaran Pilkada Depok 2015 lalu. Kini, PKS berpeluang melanggengkan dominasinya selama 20 tahun di wilayah berjuluk Kota Belimbing tersebut bila pasangan Idris-Imam ditetapkan oleh KPU sebagai pemenang Pilkada 2020.

Meski demikian, hasil hitung cepat sendiri tidak mewakili hasil resmi Pilkada 2020. Sebab, KPU akan melakukan rekapitulasi suara secara berjenjang dari tingkat TPS, kecamatan hingga kabupaten/Kota sebagai hasil resmi Pilkada 2020.

Kepala Staf Presiden PKS, Pipin Sopian menyambut gembira hasil hitung cepat paslon yang diusung PKS di Sumbar dan Depok tersebut. Meski begitu, ia mengklaim pihaknya masih menunggu KPU untuk mengumumkan secara resmi siapa yang akan ditetapkan sebagai pemenang Pilkada di dua wilayah tersebut.

"Ada kegembiraan. Tapi kami tak jemawa, kami tunggu hasil dari KPU umumkan siapa yang terpilih. Bagi kami kepada kader, tetap kawal semua proses pemilihan di KPU sampai selesai," kata Pipin kemarin.

(rzr/psp)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK