RS dan Hotel Rujukan Covid di Kota Bandung Penuh Terisi

CNN Indonesia | Rabu, 16/12/2020 15:15 WIB
RS dan hotel yang menampung pasien positif dan isolasi mandiri di Kota Bandung, disebut telah terisi penuh. Satgas berharap bantuan dari Pemprov Jabar. Petugas medis di salah satu RS rujukan pasien virus corona. (ANTARA FOTO/Adeng Bustomi)
Bandung, CNN Indonesia --

Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Bandung Ema Sumarna menyatakan daya tampung rumah sakit dan sejumlah hotel yang disiapkan untuk pasien positif virus corona dan isolasi mandiri sudah melebihi batas.

Saat ini rumah sakit yang idealnya menampung 60 persen, disebut Ema telah mencapai 90 persen.

"Tingkat hunian isolasi mandiri juga tinggi, sampai hotel-hotel yang kita siapkan juga full. Walaupun ada tambahan kemarin 10 tempat tidur, itu pun sudah terisi," kata Ema di Bandung, Selasa (15/12).


Menurut Ema, saat ini Kota Bandung relatif cukup lama berada pada zona merah karena tambahan kasus positif Covid-19 yang terus bergerak. Per 13 Desember 2020 di Kota Bandung mencapai 967 kasus positif aktif.

"Mau itu 1,70 atau 1,60 (skor penilaian zona) kita tidak memperhatikan itu. Yang positif kumulatifnya sekarang sudah 4.661. Ini angka yang sangat memprihatinkan. Rumah Sakit juga sudah full," katanya.

Ema mengatakan, selain angka kasusnya, angka kematian terus bertambah. Per hari ini, angka kematian di Kota Bandung mencapai 138 orang.

Selain itu, kata dia, positif rate di Kota Bandung masih di atas 5, bahkan bisa di atas 20 atau 30.

Karena hal tersebut, Ema berharap bantuan dari berbagai pihak termasuk melalui kerjasama dari Provinsi bisa segera terealisasi terkait tambahan 70-100 tempat tidur di salah satu hotel.

"Otoritasnya tidak berada di Pemkot Bandung, MoU-nya berada di (Pemprov) Provinsi. Pemkot Bandung hanya berupaya bertanya, memonitor, dan mendorongnya. Walaupun tidak hanya untuk Kota Bandung, tapi juga untuk kepentingan sekitar Bandung raya," katanya.

Pemkot Bandung sendiri telah resmi melarang perayaan tahun baru pada 31 Desember mendatang. Tujuan larangan ini untuk mencegah penyebaran virus corona.

Masyarakat yang tetap merayakan tahun baru dan melanggar protokol kesehatan, bakal dikenakan sanksi sesuai UU.

(hyg/wis)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK