Tes Antigen Belum Diberlakukan di Pelabuhan Merak

CNN Indonesia | Minggu, 20/12/2020 22:05 WIB
Tes swab antigen untuk mengetahui infeksi virus corona belum diberlakukan di Pelabuhan Merak. Ilustrasi tes antigen. Pelabuhan Merak belum berlakukan tes ini untuk para penumpang (AP/Emilio Morenatti)
Cilegon, CNN Indonesia --

PT ASDP Indonesia Ferry belum menerapkan tes antigen bagi para penumpang penyeberangan di Pelabuhan Merak.

Tes ini sebelumnya diberlakukan bagi penumpang pesawat terbang ke Bali. Tes dilakukan dengan mengambil sampel lendir di mulut dan hidung untuk mengetahui infeksi Covid-19.

Meski demikian, PT ASDP Indonesia mengaku siap jika pemerintah mewajibkan tes itu diberlakukan. Jika tes diberlakukan, maka pemeriksaan akan dilakukan dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) atau dari Satgas Covid-19.


"Pada prinsipnya apa yang sudah menjadi keputusan pemerintah kita akan mengikuti, karena yang memutuskan pemerintah pusat dan di jalankan pihak terkait, KKP yang akan menjalankan itu. Sejauh ini kami belum ada pemberlakuan secara spesifik,"kata Dirut ASDP Indonesia Ferry, Ira Puspa Dewi, di Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Banten, Minggu (20/12/2020).

Puncak arus libur Natal

ASDP memprediksipuncak libur Natal di penyebrangan Merak-Bakauheni dan Ketapang-Gilimanuk, terjadi pada tanggal 23-24 Desember 2020.

Sementara dalam dua kemarin, Jumat-Sabtu, 18-19 Desember 2020, terjadi penurunan penumpang pejalan kaki di Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Banten, sebesar 45,4 persen dibandingkan hari biasa.

Namun kendaraan roda empat yang menyebrang dari Pelabuhan Merak menuju Bakauheni, naik sebesar 60 persen. Sedangkan di penyebrangan Ketapang-Gilimanuk, secara umum terjadi penurunan sebesar 30 persen.

"Pejalan kaki menurun sekali, turunnya 45,4 persen di Merak. Karena himbauan untuk orang tidak menggunakan kendaraan umum itu memang sedang jalan, masih hati-hati. Kalau di Bali, Ketapang-Gilimanuk, berbagai kategori turun 30 persen," ujarnya.

Perusahaan plat merah itu tetap membolehkan penumpang menyebrang, meski sudah melewati batas waktu dari tiket yang sudah ditentukan.

Ketentuan izin menyeberang meski lewat waktu tiket diperbolehkan jika terjadi cuaca buruk misalnya, yang mengakibatkan kapal susah bersandar.

"Untuk emergency maka ada toleransi, jika kondisi normal tidak. Kalau kita maksimum enam jam, dalam keadaan force major. (Lewat dari enam jam termasuk cuaca buruk) hangus," terangnya.

(ynd/eks)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK