Antrean Penumpang Sempat Mengular di Pelabuhan Merak

CNN Indonesia | Kamis, 24/12/2020 14:58 WIB
Antrean kendaraan tersebut terjadi lantaran sistem barcode tiket di Pelabuhan Merak sempat berhenti beroperasi sekitar satu jam. Antrean penumpang sempat terjadi di Pelabuhan Merak, Kamis (24/12) dini hari. (CNN Indonesia/Yandhi)
Jakarta, CNN Indonesia --

Terjadi kepadatan arus lalu lintas di luar Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Banten, sekitar pukul 03.00 sampai 04.00 WIB, Kamis (24/12). Kendaraan mengular hingga ke Jalan Cikuasa Atas.

Antrean kendaraan tersebut terjadi lantaran sistem barcode tiket di Pelabuhan Merak sempat berhenti beroperasi sekitar satu jam. Kondisi tersebut pun dikeluhkan calon penumpang kapal Ferry, Abdul.

"Ngantri mau scan (barcode), nyetak tiket. Dari jam 03.00 WIB, sudah sejam. Dari Bogor mau ke Lampung," kata Abdul, di Pelabuhan Merak, Kamis (24/12).


Keluhan serupa juga diungkapkan oleh calon penumpang lainnya, Rudi. Pemudik dari Jakarta Selatan (Jaksel) itu akan pulang ke Kalianda, Lampung saat libur Natal ini.

Rudi mengatakan sistem yang diterapkan ASDP tersebut membuatnya kesulitan untuk menyeberang dari Pelabuhan Merak menuju Bakauheni.

"Sekarang kan harus scan dulu yah. Enakan pake e-money. Kalau pake e-money cepet," kata Rudi.

Terkait kondisi tersebut, General Manager (GM) ASDP Indonesia Ferry Cabang Merak, Hasan Lessy menolak memberikan penjelasan.Hasan hanya mengatakan pemesanan tiket sudah bisa dilakukan secara online sejak 60 hari sebelum keberangkatan.

Menurutnya, para calon penumpang juga sudah bisa mencetak tiket dua jam sebelum jadwal keberangkatan di pintu Pelabuhan Merak. "Tapi pada saat mau berangkat, check-in nya dua jam sebelum keberangkatan," kata Hasan, di kantornya, Kamis (24/12).

Hasan kemudian menjelaskan peristiwa menumpuknya kendaraan hingga ke Jalan Cikuasa Atas pada Jumat-Sabtu, 18-19 Desember 2020 justru disebabkan oleh cuaca buruk dan gelombang tinggi. Kondisi tersebut membuat kapal sulit bersandar dan pelayaran terlambat.

"Kalau mau bicara masalah sistem, sistem ini kan normal, hanya terjadi karena cuaca, sehingga saat sandar, kapal tidak bisa sesuai jadwal," ujarnya.

Berdasarkan data terbaru dari PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Merak, sejak 18-23 Desember 2020, total ada 228.666 penumpang yang menyeberang ke Pelabuhan Bakauheni.

Lonjakan penumpang terjadi pada 23 Desember 2020, dengan total penumpang berjumlah 49.428 orang dan 12.296 unit kendaraan.

(ynd/fra)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK