Banjir Kepung 5 Kecamatan di Cirebon Jawa Barat

CNN Indonesia | Minggu, 27/12/2020 12:27 WIB
Sebanyak lima kecamatan itu yakni Lemahabang, Astanajapura, Karangsembung, Pangenan, dan Waled, terendam banjir akibat hujan lebat yang mengguyur Cirebon. Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Didik Suhartono)
Bandung, CNN Indonesia --

Peristiwa banjir dipicu hujan lebat pada Sabtu (26/12), melanda lima wilayah kecamatan di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cirebon mencatat  permukiman di lima kecamatan terendam banjir.

Kelima kecamatan itu yakni Kecamatan Lemahabang, Astanajapura, Karangsembung, Pangenan, dan Waled.

"Banjir yang terjadi ini karena intensitas hujan tinggi, kemudian Sungai Ciberes meluap, dan juga adanya air pasang," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cirebon Alex Suheriyawan dalam keterangan tertulis, Minggu (27/12).


Alex menyebutkan hujan deras membuat air Sungai Ciberes meluap menggenangi permukiman warga. Genangan air bahkan mencapai satu meter di sebagian wilayah kecamatan yang terdampak.

"Daerah terparah yang terendam banjir itu di Desa Mekarsari dan Gunungsari di Kecamatan Waled," ujar dia.

Alex menambahkan, petugas BPBD telah mengevakuasi 29 warga yang rumahnya kebanjiran. Warga terdampak pun telah mengungsikan barang-barang mereka ke tempat aman.

Tim SAR telah tiba di lokasi banjir sejak kemarin. Lalu pada Minggu sekitar pukul 00.30 WIB, tim tiba di Desa Gunungsari, Kecamatan Waled. Hingga pukul 01.30 WIB, tim melakukan evakuasi satu keluarga yang berjumlah tujuh jiwa.

Menurut Koordinator POS SAR Cirebon Eddy Sukamto, jumlah pengungsi di Balai Desa Gunungsari yaitu 34 jiwa. Adapun tinggi muka air berkisar pada 60-120 cm.

"Sebelumnya pada Sabtu (26/12) pukul 20.30 WIB, tim rescue Pos SAR Cirebon Tiba di Desa Pande, dengan jumlah terdampak banjir yaitu 275 KK. Saat ini banjir berangsur surut dengan TMA 30 cm," kata Eddy.

Selain itu, pada Minggu sekitar pukul 21.05 WIB tim SAR tiba di Desa Japura Bakti, Kecamatan Astanajapura. Jumlah terdampak 900 KK dan banjir berangsur surut dengan TMA 30 cm.

Selanjutnya pada pukul 04.10 WIB, tim SAR tiba di Desa Pangerengan untuk melaksanakan pemantauan ke wilayah Desa Pengarengan, Kecamatan Pangenan. Kondisi di Desa Pangarengan TMA 40 cm, tidak ada pengungsi dan permintaan evakuasi.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan, banjir yang yang terjadi di Lemahabang, Kabupaten Cirebon, akibat curah hujan yang cukup lebat. Intensitas hujan mencapai 48,9 mm.

Kepala BMKG Bandung Tony Agus Wijaya mengatakan, curah hujan tersebut termasuk kategori lebat hingga sangat lebat yang terjadi pukul 15.00-17.00 WIB.

Berdasarkan pantauan citra satelit di sekitar lokasi kejadian tampak terdapat pertumbuhan awan hujan yang signifikan pada sore hari, yaitu pukul 14.50 hingga 17.30 WIB.

"Kondisi hujan tersebut memicu luapan air sungai dan mengakibatkan banjir limpasan di sekitar daerah aliran sungai," tutur Tony.

Menurut Tony, proses pertumbuhan awan hujan tersebut didukung oleh adanya daerah pertemuan angin yang melewati wilayah Jabar, sehingga berpotensi terhadap suplai uap air.

Berdasarkan citra satelit himawari tanggal 26 Desember 2020 pukul 14.50 WIB terpantau sel awan konvektif yang tumbuh dengan cepat dan intensif di sekitar Lemah Abang Cirebon. Awan tersebut semakin berkembang membentuk multi sel dalam durasi yang cukup lama hingga pukul 17.30 WIB. 

(hyg/wis)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK