Mahfud MD Pastikan Tak Akan Bentuk TGPF Penembakan Laskar FPI

CNN Indonesia | Senin, 28/12/2020 15:48 WIB
Mahfud MD memastikan pemerintah tak akan mengintervensi penyelidikan dan investigasi Komnas HAM, dan akan menindaklanjuti jika ada temuan pelanggaran HAM. Menko Polhukam Mahfud MD. (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)
Jakarta, CNN Indonesia --

Menko Polhukam Mahfud MD memastikan pemerintah tak akan membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) terkait dengan bentrokan berujung penembakan anggota Laskar FPI oleh polisi, beberapa waktu lalu.

Mahfud menegaskan bentrokan yang terjadi di KM 50 Tol Jakarta-Cikampek sepenuhnya di bawah penanganan Komnas HAM, termasuk hasil investigasi dan penyelidikannya.

"Pemerintah memang tidak akan membentuk TGPF tentang itu, karena apa? Karena menurut hukum, pelanggaran HAM seperti itu menurut UU nomor 26, urusan Komnas HAM," ujar Mahfud seperti dikutip dari kanal YouTube Dewan Pakar KAHMI Official, Senin (28/12).


Meski begitu mantan ketua Mahkamah Konstitusi itu menyebut pemerintah tak akan diam jika dalam investigasi dan penyelidikan yang dilakukan oleh Komnas HAM ditemukan pelanggaran HAM.

"Tewasnya enam laskar itu kita akan selesaikan. Kalau itu ada pelanggaran HAM dari polisi, kita akan selesaikan," kata Mahfud.

Mahfud menggarisbawahi, pemerintah sepenuhnya memberikan ruang kepada Komnas HAM untuk melakukan penyelidikan dan investigasi tanpa memberikan intervensi dalam kegiatan tersebut.

"Akan ikuti apa hasil Anda (Komnas HAM) itu, nanti akan kita follow up," kata Mahfud.

TGPF seperti penanganan dalam kasus penembakan terhadap pendeta Yeremia

Komnas HAM sendiri telah melakukan penyelidikan dan investigasi baik ke lapangan atau melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah pihak yang berkaitan dengan kejadian itu. Investigasi ini dilakukan sejak hari pertama kasus itu menyeruak yakni 7 Desember lalu.

Saat ini sejumlah barang bukti telah dikumpulkan, salah satunya berupa proyektil dan selongsong peluru yang diduga berkaitan dengan kasus itu. Hanya saja, Komnas HAM hingga saat ini belum bisa memberikan kesimpulan atas temuan mereka lantaran masih banyak yang harus diperiksa.

Penembakan itu sendiri terjadi saat rombongan pimpinan FPI Rizieq Shihab melintas Tol Cikampek, Senin (7/12).

Polri menyebut penembakan itu dilakukan lantaran petugas diserang lebih dulu oleh tembakan laskar. Dua anggota laskar kemudian tertembak dalam bentrok di tol. Sementara, empat lainnya ditembak di dalam mobil karena mencoba merebut senjata aparat.

Versi FPI, laskar tak memiliki senjata api dan diserang lebih dulu oleh petugas. Pihak laskar pun tak mengetahui sebelumnya bahwa mobil yang membuntuti mereka berisi polisi.

(tst/ain)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK