Kesbangpol Gandeng MUI Selidiki Tentara Allah di Bandung

CNN Indonesia | Selasa, 05/01/2021 14:11 WIB
Penyelidikan Kesbangpol bersama MUI dan FKUB ini untuk memastikan apakah Tentara Allah yang dideklarasikan di Bandung, menganut aliran menyimpang atau tidak. Ilustrasi. Penyelidikan Kesbangpol bersama MUI dan FKUB ini untuk memastikan apakah Tentara Allah yang dideklarasikan di Bandung, menganut aliran menyimpang atau tidak. (AFP/GENT SHKULLAKU)
Bandung, CNN Indonesia --

Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Bandung Barat menggandeng Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) untuk menyelidiki kelompok Jundullah atau Tentara Allah.

Kepala Kantor Kesbangpol Bandung Barat, Jaja mengatakan penyelidikan ini untuk memastikan apakah kelompok tersebut menganut aliran menyimpang atau tidak. Pihaknya juga akan memanggil pimpinan kelompok masyarakat yang mendeklarasikan Tentara Allah.

"Hari ini, kita akan menerjunkan tim dari MUI dan FKUB untuk menyelidiki dan menemui para deklarator. Kita coba panggil juga Erwan Sa'ad sebagai pemimpinnya," kata Jaja saat dihubungi wartawan, Selasa (5/1).


Deklarasi kelompok tersebut dilakukan di Masjid Allah Sawah, Kampung Sasak Bubur, Desa Mekarmukti, Kecamatan Cihampelas, pada 1 Januari 2021. Jaja mengatakan pihaknya menggandeng MUI dan FKUB karena berkaitan dengan paham keagamaan.

"Kenapa ada MUI dan FKUB, karena ini menyangkut paham keagamaan. Nanti pihak MUI yang lebih tahu paham ini menyimpang atau tidak," kata dia.

Pertemuan dengan pihak terkait langsung digelar untuk mengonfirmasi kejelasan deklarasi Tentara Allah tersebut.

"Kemarin sebetulnya sudah menggelar pertemuan dengan Danramil dan Kapolsek, menanyakan kejadian itu. Tapi untuk menyimpulkan apakah ini aliran menyimpang kita akan kembali melakukan pendalaman dengan menggandeng MUI dan FKUB," ucapnya.

Sebelumnya, beredar video deklarasi Jundullah atau tentara Allah di sebuah masjid di Kabupaten Bandung Barat. Deklarasi tersebut dipimpin oleh seseorang yang diduga sebagai pemimpin jemaah tersebut.

Berdasarkan video yang dilihat CNNIndonesia.com, Senin (4/1), terungkap bahwa sekelompok jemaah tersebut berasal dari Kampung Sasak Bubur RT 04/RW 03, Desa Mekarmukti, Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat.

"Deklarasi pembentukan Jundullah atau tentara Allah. Bahwa pada hari ini Jumat 1 januari 2021 di Masjid Allah Sawah, Sasak Bubur, Desa Mekarmukti, Kecamatan Cihampelas, KBB dibentuk suatu jemaah yang diberi nama Jundullah atau tentara Allah dengan penanggungjawab Erwan Sa'ad," kata pria yang diduga adalah Erwan dalam video amatir tersebut.

Jemaah tersebut berusaha menjalankan perintah Surah Asy-Syura ayat 13 dan Surah Muhammad ayat 7 bersama kaum muslimin lain.

Video deklarasi tentara Allah sudah tersebar di media sosial. Salah satu akun Instagram @kilasbandung turut mempertanyakan kegiatan tersebut.

Sementara itu, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bandung Barat Muhammad Ridwan mengatakan pihaknya akan mengecek informasi video tersebut ke pihak yang bersangkutan.

Saat ini, kata Ridwan, pihaknya belum bisa menentukan apakah deklarasi tersebut menyimpang atau tidak.

"Sebetulnya kita belum mengetahui informasi itu, maksud dari deklarasinya apa, namanya apa, dan tujuannya apa. Jadi harus diketahui dulu siapa orangnya dan apa tujuannya baru bisa ditentukan apakah menyimpang atau tidak," kata Ridwam.

Ridwan menyatakan pihaknya bakal melarang aktivitas jemaah tersebut jika dirasa bakal mengganggu keamanan.

"Kalau maksudnya mengganggu keamanan masyarakat, tentu dilarang bukan hanya oleh MUI tapi oleh aparat hukum juga," ujarnya.

(hyg/pmg)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK