Kemensos Buka Suara Soal Tunawisma Sudirman-Thamrin Diragukan

CNN Indonesia | Kamis, 07/01/2021 09:25 WIB
Kementerian Sosial merespons kecurigaan sejumlah kalangan terkait keberadaan tunawisma di kawasan Sudirman-Thamrin kala Menteri Risma blusukan. Menteri Sosial Tri Rismaharini. (Foto: Humas Kemensos)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kepala Bagian Publikasi dan Pemberitaan Kementerian Sosial (Kemensos) Herman Koswara menanggapi pertanyaan sejumlah pihak yang mempertanyakan keberadaan tunawisma di kawasan Sudirman-Thamrin, Jakarta Pusat.

Herman mengatakan dua orang tunawisma yang ditemukan Mensos Tri Rismaharini di Thamrin saat ini sedang melatih keterampilan kerja di Balai Rehabilitas Sosial eks Gelandangan dan Pengemis (BRSEG) Pangudi Luhur, Bekasi.

"Iya mereka di balai, kalau mau lihat di balai silakan ke Pangudi Luhur di Bekasi," kata Herman saat dihubungi CNNIndonesia.com, Kamis (7/1).


Dua orang yang ditemui Risma di Thamrin disebut Herman sebagai Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS). Termasuk dalam kelompok PPKS ini adalah pengemis, pemulung, anak jalanan, dan orang yang tidak mampu menafkahi hidupnya.

"Mereka itu PPKS, satu namanya pak Faisal dan satu lagi pak Kastubi, kalau pak Faisal bukan warga DKI Jakarta, pak Kastubi lupa orang mana," ucap Herman.

Ia juga menanggapi pernyataan Wakil Gubernur DKI Jakarta Riza Patria yang mengatakan baru mengetahui ada tunawisma di Sudirman-Thamrin. Menurut Herman, temuan Kemensos di Thamrin secara faktual memang masih mendapati beberapa orang tunawisma.

"Kita mendapati temuannya seperti itu, memang faktanya seperti itu," tuturnya.

Dalam blusukan Risma pada Senin (4/1) lalu, ia bertemu dengan tiga orang tunawisma. Diketahui ketiga nama tunawisma tersebut ialah Faisal, Kastubi, dan Fitri.

Dalam keterangan resminya, hanya Faisal dan Kastubi yang kooperatif mengikuti himbauan Risma untuk dibawa ke BRSEG Pangudi Luhur Bekasi. Sementara Fitri dikabarkan kabur saat hendak dijemput tim Kemensos dan dibawa ke Pangudi Luhur.

Blusukan Risma juga mendapat banyak sorotan dari masyarakat dan politisi karena dianggap pencitraan.

(mln/wis)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK