Pasien Wisma Atlet Terus Naik, ICU di Jakarta Hampir Penuh

CNN Indonesia | Kamis, 07/01/2021 16:50 WIB
Pemprov DKI memprediksi ruang ICU RS Rujukan Covid-19 di Jakarta penuh pada Februari 2021. Pasien Covid-19 terus berdatangan ke RSD Covid-19 Wisma Atlet. Sementara di saat yang bersamaan RS Rujukan Covid-19 di Jakarta penuh. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia --

Jumlah pasien rawat inap terkonfirmasi positif Covid-19 di Rumah Sakit Darurat (RSD) Covid-19 Wisma Atlet bertambah 108 orang, Kamis (7/1). Dengan demikian, total pasien yang dirawat saat ini menjadi 4.069 orang.

Ribuan pasien itu tersebar di tower 4, 5, 6, dan 7 dengan rincian 2.156 pasien laki-laki dan 1.913 pasien perempuan.

Pada Minggu (3/1), tingkat keterisian ruang rawat inap RSD Wisma Atlet saat ini telah mencapai 72,92 persen. Saat ini jumlah pasien yang dirawat 3.226 orang.


Hingga kemarin, Rabu (6/1), berdasarkan data Pemprov DKI, kasus positif Covid-19 di Jakarta mencapai 195.301 orang. Dari jumlah itu, sebanyak 175.441 dinyatakan sembuh dan 3.410 orang lainnya meninggal dunia.

Sementara itu, sebanyak 4.254 orang dirawat di rumah sakit serta 12.196 sisanya menjalankan isolasi mandiri.

Sebelumnya, relawan Lapor Covid Tri Maharani menyatakan intensive care unit (ICU) rumah sakit rujukan Covid-19 di wilayah Jakarta, Depok, Bogor, dan Bekasi (Jabodetabek) telah penuh.

"Kalau Unit Gawat Daruratnya ada 80 persen sudah terisi," kata Tri saat dihubungi CNNIndonesia.com, Rabu (6/1).

Sejak Desember hingga 5 Januari Tri mencoba menghubungi sejumlah rumah sakit rujukan Covid-19 untuk mendapatkan data bed occupancy rate (BOR) atau ketersediaan tempat tidur telah mencapai 100 persen.

Tri mengatakan, dari 69 nomor rumah sakit rujukan Covid di Jakarta, hanya 42 nomor yang bisa ia hubungi. Semua rumah sakit tersebut, berikut rumah sakit di kawasan Bodetabek selalu menyatakan ruang ICU telah penuh.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad RIza Patria menyatakan 30 persen pasien Covid yang dirawat di wilayahnya merupakan rujukan dari wilayah Bodetabek.

Riza menilai pasien rujukan dari wilayah penyangga Jakarta menjadi penyebab tingginya tingkat keterisian rumah sakit rujukan di Jakarta. Riza sendiri mengaku tidak mempermaslahkan tersebut.

Pemerintah DKI Jakarta telah menambah tiga rumah sakit rujukan Covid. Sehingga, jumlah keseluruhan rumah sakit rujukan di Jakarta sebanyak 101.

Berdasarkan data yang CNNindonesia.com terima, per 3 Januari lalu tingkat ketersediaan tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) di DKI Jakarta mencapai 87 persen. Sehingga, dari 7.379 yang tersedia hanya terdapat 994 ranjang kosong.

Pemprov DKI memprediksi seluruh ruangan Intensive Care Unit (ICU) di Rumah Sakit (RS) rujukan pasien Covid-19 Jakarta penuh pada Februari 2021. DKI pun telah meminta rumah sakit non-rujukan bisa menerima pasien Covid-19, dengan persentase kapasitas 30 persen bagi pasien non-Covid dan 70 persen untuk pasien Covid-19.

Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid Doni Monardo pada Kamis pagi (7/1) ini menyatakan BOR isolasi pasien Covid wilayah DKI Jakarta mencapai 87 persen, ICU di atas 80 persen.

"Kalau enggak salah 84 persen pada sore kemarin," ujar Doni.

Sementara itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan permasalahan yang saat ini mendesak untuk segera ditangani adalah rumah sakit yang penuh. Ia menargetkan dalam waktu dekat Kemenkes bisa menyelesaikan sasaran vaksinasi, penguatan fasilitas kesehatan, dan penambahan tenaga medis.

"Begitu urusan RS yang penuh ini selesai, nomor satu yang saya beresin itu data, karena data ini sangat dibutuhkan untuk tracking dan tracing yang benar," kata Budi dalam program Mata Najwa malam tadi (6/1) di Trans7.

Hingga 6 Januari, Indonesia mengonfirmasi kasus Covid mencapai 788.402, naik 8.854 kasus dari hari sebelumnya. Sebanyak 652.513 orang dinyatakan sembuh atau naik 6.767. sementara, 23.296 orang dinyatakan meninggal atau naik 187 orang.

(iam/fra)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK