Data Dinsos DKI Jakarta 2020: Ada 1.044 Gelandangan

CNN Indonesia | Kamis, 07/01/2021 16:59 WIB
Dinsos DKI mencatat sebanyak 4.622 orang berstatus Penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS), dari jumlah itu gelandangan mendominasi. Ilustrasi kemiskinan di ibu kota Jakarta. (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)
Jakarta, CNN Indonesia --

Dinas Sosial Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mencatat sebanyak 4.622 orang berstatus penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS). Dari jumlah tersebut, orang berstatus gelandangan menempati posisi teratas dengan jumlah 1.044 orang.

Dikutip dari data Dinsos DKI Jakarta melalui web dinsos.dki.jakarta.go.id, posisi kedua ditempati orang terlantar dengan jumlah 647 orang. Adapun Dinsos DKI mencatat sebanyak 1.602 orang lainnya sebagai kategori 'PMKS lain-lain'.

"Anak jalanan 229, dan 159 tuna susila," tulis laporan Dinsos DKI Jakarta dalam datanya, dikutip CNNIndonesia.com, Rabu (6/1) pukul 16.20 WIB.


CNNIndonesia.com telah berupaya menghubungi Kepala Dinas Sosial DKI Jakarta, Irmansyah melalui pesan singkat, tapi belum mendapatkan balasan.

Kendati demikian, laporan tersebut juga mengungkap bahwa terjadi penurunan jumlah PMKS di ibu kota dibandingkan data 2019 atau setahun terakhir. Jumlah PMKS pada 2019 mencapai angka 5.959 yang artinya pada 2020 turun sebesar 22 persen.

Pada 2019, misalnya, gelandangan juga merupakan kelompok dominan dengan jumlah 1.574 orang. Artinya, gelandangan di DKI Jakarta turun 33,6 persen jika dibandingkan dengan tahun ini. Sementara itu kategori PMKS lain-lain yakni 1.602 orang, menyusut 16 orang dari setahun sebelumnya.

Isu PMKS, gelandangan, ataupun tuna wisma di DKI Jakarta belakangan mengisi ruang publik seiring aksi blusukan Mensos Tri Rismaharini beberapa waktu terakhir.

Menteri asal PDIP tersebut melakukan blusukan ke sejumlah kantong kekumuhan ibu kota. Sebagian menilai aksi Risma bermuatan politik menyerang kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Pengamat Kebijakan Publik Universitas Indonesia Zuliansyah menyebut ada langkah yang lebih urgen untuk Risma ketimbang blusukan di ibu kota.

"Ini mungkin langkah awal yaitu bekerja sama dengan Bappenas untuk memperbaiki data Bansos, ditelaah lagi supaya tidak terjadi simpang siur data, nah itu semestinya menjadi prioritas Kemensos," kata Zuliansyah saat dihubungi CNNIndonesia.com, Rabu (6/1).

Sementara itu, Kementerian Sosial (Kemensos) memastikan kegiatan Mensos Tri Rismaharini akan tetap blusukan di ibu kota. Kemensos tetap membuka kemungkinan akan melakukan kegiatan serupa di daerah lainnya.

"Sementara ini mengamati yang dekat dulu di wilayah Jakarta, blusukannya itu bisa pagi hari, sore hari, atau pulang kerja," ujar Kepala Bagian Publikasi dan Pemberitaan Kemensos, Herman Koswara, Kamis (7/1).

(iam/ain)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK