Keluarga Korban Sriwijaya Air Datangi Posko Bandara Soetta

CNN Indonesia | Minggu, 10/01/2021 09:34 WIB
Dua keluarga korban kecelakaan Sriwijaya Air SJ 182 mendatangi posko crisis center di Terminal 2D Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Minggu (10/1) pagi. Dua keluarga korban kecelakaan Sriwijaya Air SJ 182 mendatangi posko crisis center di Terminal 2D Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Minggu (10/1) pagi. (CNN Indonesia/ Thohirin)
Jakarta, CNN Indonesia --

Dua keluarga korban kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ 182 mendatangi posko crisis center di Terminal 2D Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Minggu (10/1) pagi.

Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com, keduanya datang antara pukul 7.00-8.00 WIB. Mereka masing-masing atas nama Rizky Kurniawan dan Martasari.

Martasari yang datang bersama sejumlah anggota keluarga lain, langsung mendatangi meja registrasi dengan diiringi isak tangis. Sedangkan Rizky, datang untuk mencari informasi mengenai sepupunya atas nama Rizki Wahyudi.


Rizki Wahyudi bersama ibu, istri, dan kedua anaknya yang berusia 12 tahun dan 6 bulan menjadi penumpang pesawat Sriwijaya SJ 182 yang hilang kontak pada Sabtu (9/1) sekitar pukul 14.40 WIB.

Rizki diketahui merupakan aparatur sipil negara (ASN) yang bekerja di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia (KLHK) sebagai fungsional Pengendali Ekosistem Hutan (PEH).

"Mau konfirmasi ke dalam bagaimana kelanjutannya, kami sebagai keluarga harus ngapain aja. Data-data saja yang kami kumpulkan," kata Rizky Kurniawan kepada wartawan di posko crisis center Sriwijaya Air SJ 182, Minggu (10/1).

Rizky tak bisa menahan tangis sangat mengetahui sepupu, bibi, dan keluarganya ikut menjadi korban atas tragedi Sriwijaya Air 182 yang dipastikan jatuh di kawasan perairan Kepulauan Seribu.

Posko crisis center Sriwijaya Air SJ 182 di Terminal 2D Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Minggu (10/1) pagi.Posko crisis center Sriwijaya Air SJ 182 di Terminal 2D Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Minggu (10/1) pagi. (CNN Indonesia/ Thohirin)

Saat mengetahui informasi pesawat tersebut hilang, ia mengaku tak langsung menyadari di dalam pesawat itu ada kerabat dekatnya yang menjadi penumpang. Belakangan, setelah sadar, ia langsung mencari informasi manifest atau penumpang penerbangan rute Jakarta-Pontianak tersebut.

"Pas ditelepon, cek dua orang itu, yang emang saya punya kontaknya enggak aktif lagi kan. Terus saya minta data manifest ke teman-teman grup saya. Karena saya juga air crew, jadi saya tanya," kata dia.

"Dan pas dibilang ada, saya udah enggak bisa ngomong apa-apa lagi," lanjutnya.

Menurut Rizky, sepupunya bersama keluarga, terbang dari Padang ke Pontianak, sebelum lebih dulu transit ke Jakarta. Beberapa saat sebelum insiden, ia juga sempat berkomunikasi dan bertukar gambar dengan mereka.

Kabar teranyar, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto telah mengkonfirmasi bahwa KRI Rigel yang diterjunkan mencari Sriwijaya Air SJ 182 telah menangkap sinyal pesawat pada koordinat yang sebelumnya telah diperkirakan.

Hadi menyatakan tracking chip dari radar telah dikirimkan pada KRI Rigel yang telah tiba di lokasi pencarian pada pukul tiga malam.

"Dari hasil pemantauan, dan sesuai dengan koordinat yang diberikan dari kontak terakhir, diduga kuat adanya sinyal dari pesawat tersebut," kata Hadi di posko pencarian Tanjung Priok, Jakarta, Minggu (10/1) pagi.

Infografis Fakta-fakta Sriwijaya Air JatuhInfografis Fakta-fakta Sriwijaya Air Jatuh. (CNN Indonesia/Fajrian)

(THR/end)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK