Kenangan Indah Mahfud dan Ridwan Kamil soal Syekh Ali Jaber

CNN Indonesia | Jumat, 15/01/2021 02:25 WIB
Menko Polhukam mengenang persahabatannya dengan Syekh Ali Jaber, sementara Ridwan Kamil menyatakan ulama itu adalah inspirasi untuk program Sadesha di Jabar. Menko Polhukam Mahfud MD saat bertamu ke rumah Syekh Ali Jaber setelah inisden penusukan yang melukai ulama tersebut, Jakarta, 15 September 2020. (Dok. Humas Kemenko Polhukam)
Jakarta, CNN Indonesia --

Wafatnya pendakwah kondang, Syekh Ali Jaber, mengundang duka cita dari segenap tokoh di Indonesia, tak terkecuali dari Menko Polhukam Mahfud MD dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

"Innalillah wa inna ilaihi raji'un. Kita kehilangan tokoh penyejuk dan pemersatu ummat. Ulama besar Syekh Ali Jaber wafat hari ini," cuit Mahfud di akun Twitter pribadinya, @mohmahfudmd, Kamis (14/1).

Mahfud mengatakan, sosok Ali Jaber semasa hidup merupakan ulama penyambung antara umat dan pemerintah. Mahfud mengaku dirinya dan pendakwah asal Madinah, Arab Saudi adalah sahabat baik. Ia lantas mengungkap sapaan yang sering digunakan Jaber di antara keduanya, yakni 'guru' atau 'ayah'


Mahfud menceritakan, sebelum dinyatakan positif Covid, Ali Jaber sempat mengunjungi rumahnya. Dalam kesempatan itu, Ali Jaber sempat membawakan Mahfud sejumlah buah tangan.

"Menghadiahi tasbih, kurma pilihan, buku doa, parfum khas aroma Kakbah. 'Guru, saya mau mencetak sejuta pencetak penghafal Quran. Tanah dan modal untuk gedung sudah mulai terkumpul, mohon dukungan proses perizinan,' katanya," cuit Mahfud.

Mahfud juga mengingat momen ketika ia berkunjung ke rumah Ali Jaber. Menurutnya, setiap berkunjung, Mahfud selalu diajak makan Nasi Bukhori, nasi kebuli khas Arab dan durian.

"Kalau beliau ke rumah saya, maka saya pesankan menu yang sama (minus duren) dari restoran Aljazeera. Beliau juga pernah mengajak ayah dan adik kandungnya ke rumah saya yang katanya, ingin kenal dengan saya juga," cuitnya.

Sementara di mata Ridwan Kamil, Syekh Ali Jaber disebutnya telah menjadi inspirasi Provinsi Jabar dalam melahirkan Program Satu Desa Satu Hafidz Quran (Sadesha). Sepeninggal Ali Jaber, kata pria yang karib disapa Emil itu, Pemprov Jabar pun akan tetap semangat melanjutkan kesuksean program Sadesha tersebut.

"Dakwah beliau untuk menghasilkan penghafal-penghafal Al-Quran. Insyaallah akan kami teruskan di Jabar salah satu inspirasi dari beliau adalah menghasilkan program Satu Desa Satu Hafiz dan sekarang lebih dari 2.000 desa memiliki hafidz," kata Emil saat ditemui di RS Hasan Sadikin, Kota Bandung, Kamis.

Hal senada juga disampaikan Wakil.Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum. Uu pun turut mengenang peran Ali Jaber dalam menghadirkan program keagamaan di Jabar.

"Atas nama pribadi dan keluarga dan juga komunitas pondok pesantren, saya mengucapkan ikut belasungkawa atas wafatnya Syekh Ali Jaber yang membuat inspirasi masyarakat termasuk ada beberapa visi misi keagamaan di jabar ada masukan dari beliau. Kita mendoakan mudah mudahan beliau khusnul khotimah," kata Uu.

Syekh Ali Jaber yang telah menjadi warga negara Indonesia (WNI) diketahui meninggal dunia, Kamis (14/1) pagi. Pria yang dikenal sudah menjadi imam masjid di kota kelahirannya, Madinah, pada usia belasan tahun itu meninggal dunia usai menjalani perawatan di ruang Intensive Care Unit (ICU).

Sebelumnya, Syekh Ali Jaber didiagnosa positif Covid-19. Namun, berdasarkan keterangan pendakwah Yusuf Mansur, sosok ulama itu sudah negatif Covid saat menghembuskan nafas terakhirnya.

(dmi, hyg/kid)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK