Insiden Penusukan dan Maaf Syekh Ali Jaber untuk Tersangka

CNN Indonesia | Kamis, 14/01/2021 13:25 WIB
Salah satu momen atas kepergian Syekh Ali Jaber adalah, maaf yang dia berikan ke tersangka penusukan. Pemberian maaf itu terungkap dalam proses persidangan. Setelah aktif kembali berceramah pasca-insiden penusukan terhadap dirinya di Lampung pekan lalu, ulama dan penceramah kondang syekh Ali Jaber, hari Minggu sore (20/9), berkunjung ke kediaman Menko Polhukam, Mahfud MD. (Foto: Dok. Humas Kemenko Polhukam)
Jakarta, CNN Indonesia --

Salah satu insiden menyangkut Syekh Ali Jaber yang sempat ramai diberitakan dan jadi perbincangan adalah kasus penusukan di Masjid Fallahudin, Kota Bandar Lampung pada September 2020 lalu.

Dari peristiwa itu pula, Syekh Ali Jaber meninggalkan kesan sebagai seorang pemurah. Pendakwah itu sempat menunjukkan sikap tersebut ketika memberikan maaf ke tersangka penyerangan sejak awal kejadian.

Ulama karismatik asal Madinah itu ditusuk saat memberikan tausiah yang baru berjalan 15 menit. Sesaat sebelum peristiwa penyerangan, Ali Jaber sempat melakukan interaksi dengan para jemaah yang hadir.


Dia bahkan sempat ingin meminjam ponsel salah satu jemaah di sana untuk digunakan berfoto. Pada momen itulah, seorang pemuda tak dikenal tiba-tiba naik ke atas panggung, menghampiri Ali dan mencoba menusuknya.

Atas kejadian tersebut, Syekh Ali Jaber mengalami luka tikam sedalam 4 sentimeter.

Insiden penusukan Syekh Ali Jaber turut menjadi sorotan Presiden Joko Widodo. Saat itu, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengatakan, Presiden Jokowi khusus memerintahkan dirinya, BNPT, BIN, dan Polri mengusut kasus tersebut.

Meski proses hukum tetap berjalan, Ali Jaber mengaku sudah memaafkan pelaku penusukan, Alfin Andrian. Hal itu disampaikan Ali Jaber dalam persidangan yang digelar secara daring.

"Dari hari pertama sejak kejadian, saya sudah memaafkan kamu. Saya maafkan dunia akhirat," kata Ali Jaber saat itu.

Pendakwah kondang tersebut kemudian memberikan pesan kepada Alfin untuk disiplin dalam beribadah.

"Saudara Alfin, perbaiki salatnya dan perbaiki hubungan dengan Allah SWT. Insya Allah, hidupmu akan lebih baik dan bahagia," tutur Ali Jaber lagi.

Dalam persidangan juga terungkap bahwa Ali Jaber meminta agar para jemaah yang saat itu hadir untuk tidak main hakim sendiri. Diketahui, Alfin langsung dipukuli oleh jemaah yang hadir saat itu.

Akan tetapi, Syekh Ali Jaber meminta Alfin untuk diamankan sembari berpesan kepada para jemaah untuk tidak main hakim sendiri.

"Saya juga ingin, agar terdakwa Alfin selamat dan baik-baik saja," aku Ali Jaber, "Inikan negara hukum, jadi kita jangan main hakim sendiri."

Pendakwah Syekh Ali Jaber meninggal dunia, Kamis (14/1). Ali Jaber meninggal dunia usai menjalani perawatan di ruang Intensive Care Unit (ICU) karena positif Covid-19 sejak akhir Desember 2020.

Ustaz Yusuf Mansyur yang mendatangi RS Yarsi, Jakarta usai mendengar kabar duka mengungkapkan Ali Jaber dalam kondisi negatif virus corona saat meninggal dunia. "Tapi sudah terlanjur menyerang ke paru-paru dan lain sebagainya. Jadi saat wafat sudah dinyatakan negatif Covid-19," kata Yusuf Mansyur, Kamis (14/1).

(dmi/nma)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK