Idham Azis Mengaku Baik-baik Saja Usai Suntik Vaksin Covid-19

CNN Indonesia | Jumat, 15/01/2021 00:43 WIB
Kapolri Jenderal Idham Azis mengaku baik-baik saja setelah menjalani vaksin Covid-19 bersama Presiden Jokowi di Istana Negara, Jakarta pada Rabu (12/1). Kapolri Jenderal Idham Azis mengaku baik-baik saja setelah menjalani vaksin Covid-19 bersama Presiden Jokowi di Istana Negara, Jakarta pada Rabu (12/1). (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kapolri Jenderal Idham Azis mengaku baik-baik saja serta kondisi tubuhnya sehat setelah menjalani vaksin Covid-19 bersama Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta pada Rabu (12/1).

Idham mengatakan bahwa sejauh ini dirinya tak merasakan efek samping dari penyuntikan vaksin tersebut.

"Saya fine-fine saja," kata Idham kepada wartawan, Kamis (13/1).


Dia pun bercerita dengan singkat terkait pengalamannya saat disuntik vaksin pertama kali itu. Jenderal berbintang empat itu menuturkan bahwa dinya tak merasa sakit sama sekali saat disuntik.

"Tahu-tahu sudah selesai," ucapnya.

Oleh sebab itu, dirinya meminta agar masyarakat dan seluruh personel Polri yang ada di bawah jajarannya agar tak ragu terhadap proses vaksin Covid-19.

Dia menegaskan bahwa pelaksanaan vaksin tersebut memberi pesan kepada masyarakat di seluruh Indonesia agar yakin terhadap program yang telah dirancang oleh pemerintah itu.

"Kita semua harus melaksanakan vaksinasi agar kita secepatnya keluar dari situasi pandemi corona yang sedang melanda," ujar dia.

Pemerintah sendiri telah memulai program vaksinasi per 13 Januari. Program ini dimulai dengan penyuntikan vaksin terhadap sejumlah pejabat negara, seperti Presiden Joko Widodo, Menteri Kesehatan Budi Gunawan Sadikin, Kapolri Idham Aziz, dan Panglima TNI Mayjen Hadi Tjahjtanto.

Selain itu, sejumlah tokoh perwakilan dari berbagai agama dan publik figur juga menerima suntik vaksin asal Cina, Sinovac.

Presiden Jokowi, menteri, tokoh publik hingga sejumlah selebritas menjalani penyuntikan vaksin Covid-19 Sinovac di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (13/1).

Usai disuntik, para penerima vaksin menunggu sekitar 30 menit untuk mengetahui kemungkinan efek samping yang ditimbulkan. Dalam istilah kedokteran dikenal observasi kejadian ikutan pasca-imunisasi (KIPI).

KIPI dapat terjadi dengan menimbulkan gejala sedang hingga berat. Gejala berat termasuk sangat jarang terjadi. Namun, salah satu gejala berat yang diantisipasi adalah reaksi syok anafilaktik.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sebelumnya menyatakan vaksin Covid-19 buatan perusahaan asal China, Sinovac menimbulkan efek samping ringan-sedang. Efek samping vaksin tingkat sedang yang ditimbulkan antara lain nyeri otot, pembengkakan, sakit kepala hanya 0,1 persen.

(mjo/pmg)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK