Cerita Petugas Covid-19 DIY Gotong Jenazah Seberangi Sungai

CNN Indonesia | Jumat, 15/01/2021 06:45 WIB
Satgas Covid-19 Kelurahan Banjaroyo, DIY, menggotong jenazah kasus Covid-19 dengan menyeberangi sungai demi mencari jalur tersingkat. Tim Pemakaman dari Satgas Kelurahan Banjaroyo, Kalibawang, Kulonprogo, DIY, menyeberangi sungai membawa jenazah pasien Covid-19, Rabu (13/1). (Foto:Tim Pendamping Pemakaman BPBD Kulon Progo)
Jakarta, CNN Indonesia --

Tim Pemakaman dari Satgas Covid-19 Kelurahan Banjaroyo, Kecamatan Kalibawang, Kabupaten Kulonprogo, DI Yogyakarta, terpaksa menyeberangi sungai untuk membantu proses pemakaman salah satu warga yang terindikasi terpapar Virus Corona (Covid-19).

Dalam sebuah video yang diunggah Tim Reaksi Cepat BPBD DIY melalui akun twitter @TRCBPBDDIY pada Rabu (13/1) kemarin. Terlihat 10 orang lengkap mengenakan alat pelindung diri (APD) menggotong sebuah peti jenazah berwarna putih melewati sungai.

Staf Bidang Operasi Posko Dukungan Satgas Covid-19 DIY Endro Sambodo mengatakan prosesi pemakaman itu dilakukan sesuai protokol kesehatan atas permintaan RSUP Dr. Sardjito.


"Jadi warga yang meninggal itu pada Selasa 12 Januari tengah malam, wanita berusia kurang lebih 41 tahun, dimakamkan Rabu 13 Januari siang," kata Endro saat dihubungi CNNIndonesia.com, Kamis (14/1).

"Nah, atas permintaan RS dimakamkan dengan protokol kesehatan karena yang meninggal entah probable, suspek, atau konfirm. Jadi belum bisa dipastikan positif covid-19 atau tidaknya," imbuhnya.

Endro menjelaskan proses menuju area permakaman Jamblangan Puguh Kelurahan Banjaroyo itu memang terkendala akses perjalanan. Satgas terpaksa memilih jalur sungai dengan mempertimbangkan pendeknya jarak tempuh.

Kendati demikian, Endro menegaskan saat itu Satgas telah mempertimbangkan keselamatan para tim keselamatan dengan masak.

"Kalau jalan menggunakan rute sungai sekitar 200 meter, kalau melalui jalan lain, memutar sekitar 3 kilometer pakai ambulance atau 1 kilometer jalan kaki. Jadi pilihan jalan melewati sungai, karena akses terdekat," jelasnya.

Meski begitu, Endro menjelaskan prosesi pemakaman serupa tak sekali terjadi di Kelurahan Banjaroyo. Namun prosesi dengan protokol kesehatan covid-19 memang hal yang cukup baru terjadi.

Melihat kondisi itu, Endro pun berharap pemerintah daerah setempat segera memberikan perhatian khusus dengan membangun akses jalan terhubung yang mampu memudahkan prosesi pemakaman warga ke depannya.

"Semoga infrastruktur bisa lebih merata, demi kemanusiaan," pungkasnya.

(khr/arh)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK