Korban Banjir Kalsel Belum Terima Bantuan, Andalkan Ban Bekas

CNN Indonesia | Sabtu, 16/01/2021 21:05 WIB
Warga Tunggul Irang, Banjar, Kalsel yang jadi korban banjir mengaku belum menerima bantuan. Mereka swadaya membantu warga yang harus mengungsi. Korban banjir di Kalsel ada yang belum mendapat bantuan dari pemerintah. (ANTARA FOTO/BAYU PRATAMA S)
Jakarta, CNN Indonesia --

Korban banjir di Desa Tunggul Irang, Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel) mengaku belum mendapatkan bantuan dari pemerintah setempat. Warga pun secara swadaya mengevakuasi warga yang rentan.

Muhammad Nur Aidil Fitri, warga Tunggul Irang, mengatakan pihaknya mendirikan pengungsian, posko, hingga dapur umum di dataran yang tidak terendam air untuk kepentingan pengungsian.

"Kalo dari pemerintahnya secara langsung belum ada, malah yang membantu di sini masyarakat yang punya inisiatif untuk membantu. Swadaya yang banyak," kata Aidil kepada CNNIndonesia.com saat dihubungi melalui sambungan telepon, Sabtu (16/1) sore.


Untuk kebutuhan evakuasi warga hanya mengandalkan perahu karet yang dimiliki warga setempat. Namun, karena jumlahnya kurang, warga menggunakan ban bekas. Perahu karet dan ban bekas tersebut juga digunakan untuk mendistribusikan makanan dari dapur umum.

"Kadang ada yang hampir seharian belum makan," kata Aidil.

Ia mengatakan warga terdampak banjir di daerahnya saat ini membutuhkan bantuan logistik berupa bahan pangan. Bantuan itu penting karena ketika banjir surut, mereka tidak memiliki pasokan bahan pangan.

"Terutama kebutuhan konsumsi," kata Aidil.

Sejak Rabu 13 Januari, hujan yang terus mengguyur wilayah Martapura menambah ketinggian banjir. Berdasarkan informasi yang disampaikan Aidil, ketinggian air di Tunggul Ireng sudah mencapai sekitar 1,5 meter.

"Baru malam tadi tidak hujan," jelas Aidil.

Aidil mengatakan sejak semalam hingga ketika ia dihubungi CNNIndonesia.com cuaca di Martapura cerah. Meski begitu, ketinggian banjir bertambah. Menurut Aidil, air tersebut merupakan kiriman dari kawasan pegunungan sedangkan Martapura merupakan bagian hilir aliran air di Kalimantan Selatan.

"Di daerah-daerah yang tinggi banjir, baru jadi kiriman (air) ke sini," kata Aidil.

Sementara itu, sambungan listrik di wilayah setempat telah diputus sejak Selasa (12/1) malam.

Sebelumnya, Gubernur Kalimantan Selaran Sahbirin Noor mengatakan melalui akun Facebook resminya bahwa hampir seluruh kabupaten di provinsinya tergenang banjir. Ia meminta agar warganya waspada dengan cuaca yang tidak terduga.

Sahbirin juga mengajak semua pihak agar turut mengulurkan bantuan berupa bahan makanan, obat-obatan, dan pakaian. Bantuan tersebut, kata Sahbirin, akan dilaurkan ke posko-posko penanganan banjir. Ia juga menyatakan bahwa pemerintah setempat telah mengirimkan bantuan ke lokasi pengungsian.

Salah satu bantuan disalurkan kepada Kepala Desa Sungai Batang, Kecamatan Martapura Barat, Kabupaten Banjar. "Bantuan serupa juga diberikan kepada titik-titik banjir lain di seluruh Kalsel," kata Sahbirin, Jumat (15/1).

(iam/sur)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK