Kasus Corona Harian Tembus Rekor 4 Hari dalam Beruntun

CNN Indonesia | Minggu, 17/01/2021 08:35 WIB
Angka penambahan kasus positif virus corona (Covid-19) harian di Indonesia terus memecahkan rekor dalam empat hari berturut-turut terakhir. Kasus Corona di Indonesia terus menembus rekor. (CNN Indonesia/Bisma Septalismaaa)
Jakarta, CNN Indonesia --

Angka penambahan kasus positif virus corona (Covid-19) harian di Indonesia terus memecahkan rekor dalam empat hari berturut-turut terakhir. Rekor tertinggi kini tercatat pada Sabtu (16/1), dengan jumlah penambahan kasus sebanyak 14.224.

Rekor sebelumnya terjadi pada 15 Januari dengan 12.818 orang, 14 Januari sebanyak 11.557 orang, serta 13 Januari sebanyak 11.278.

Rasio positif atau positivity rate kasus Covid-19 juga naik menembus rekor tertinggi. Per Sabtu (16/1), positivity rate tercatat 31,35 persen atau enam kali lipat dari standar Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO).


Rekor ini memecahkan capaian rasio tertinggi kasus positif hari Senin (15/1) yang mencapai 31,1 persen.

Sebagai catatan, WHO menetapkan ambang batas positivity rate secara global yakni 5 persen. Positivity rate sendiri adalah persentase jumlah kasus positif terinfeksi virus corona yang dibagi dengan jumlah orang yang menjalani tes atau pemeriksaan.

Positivity rate berguna untuk mengukur sejauh mana transmisi atau penularan Covid-19 di satu daerah berdasarkan hasil testing. Kian tinggi angka positivity rate menunjukkan semakin banyak pula potensi penularan yang mungkin terjadi.

Peningkatan kasus Covid-19 yang belum juga mencapai puncaknya itu membuat rumah sakit di berbagai daerah tak lagi bisa menampung pasien Covid-19.

Untuk menekan kasus Corona, pemerintah menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mulai 11 Januari sampai 25 Januari 2021 di sejumlah wilayah di Jawa-Bali.

Bentuknya, pembatasan jam operasional fasilitas umum hingga kerja dari rumah (WFH) bagi 75 persen karyawan di tiap kantor.

Pemerintah juga sudah memulai program vaksinasi Covid-19. Orang yang pertama disuntik adalah Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dengan alasan untuk menangkal keraguan publik pada vaksin tersebut, pada 13 Januari.

Vaksinasi itu dilanjutkan kepada tenaga kesehatan di sejumlah daerah mulai 14 Januari.

(mts/bac)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK